Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Berlandaskan Al Quran, Usir AS dan Israel

Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Berlandaskan Al Quran, Usir AS dan Israel

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Iran Ajak Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Militer Berlandaskan Al Quran, Usir AS dan Israel

GELORA.CO
- Iran pada Rabu (25/3/2026) mengajak negara di kawasan Timur Tengah untuk membentuk "aliansi keamanan dan militer" yang secara eksplisit mendepak Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran menegaskan Timur Tengah tidak memerlukan negara-negara yang jauh jaraknya dalam upaya memastikan keamanan kawasan.

"Saatnya telah tiba untuk membentuk sebuah aliansi keamanan tanpa kehadiran AS dan Israel," kata juru bicara Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari, dalam sebuah pesan video kepada negara Arab dan Islam, dikutip Anadolu.

Zolfaghari menggambarkan agresi AS-Israel terhadap Iran sebagai sebuah "fase baru" dan mengatakan bahwa Iran di garis depan mempertahankan bangsa Islam. Dia juga menegaskan diperlukannya sikap untuk tidak bergantung pada kekuatan eksternal dan kembali ke ajaran Al Quran.

"Kita haru bersatu untuk menjamin keamanan dan melangkang maju ke arah sebuah perjanjian keamanan kolektif berdasarkan Islam dan Al Quran sebagai referensi, inti, dan dasar yang solid," ujarnya.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, mengatakan bahwa Iran salah perhitungan jika percaya negara-negara Teluk tidak mampu menanggapi tindakannya. Dia mengatakan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk tidak akan membawa keuntungan bagi Teheran dan malah akan memperdalam isolasinya.

Dia menambahkan bahwa kepercayaan terhadap Iran telah runtuh karena apa yang digambarkannya sebagai serangan berulang terhadap negara-negara Teluk dan pelanggaran prinsip-prinsip bertetangga baik.

Pangeran Faisal menuduh Teheran menjalankan kebijakan pemerasan untuk mencapai tujuannya. Dia juga mengatakan bahwa negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sedang berkoordinasi untuk menghadapi serangan Iran, serta mengeklaim bahwa Iran telah menargetkan situs-situs sipil di negara-negara Teluk pada awal konflik.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita