Didik Rachbini: Benih State Terrorism Mulai Tumbuh Mengancam Demokrasi

Didik Rachbini: Benih State Terrorism Mulai Tumbuh Mengancam Demokrasi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Ekonom senior Didik J. Rachbini menilai benih-benih teror negara atau state terrorism mulai muncul di Indonesia dan berpotensi mengancam masa depan demokrasi jika tidak mendapat perlawanan dari masyarakat sipil.

Hal itu disampaikan Didik dalam diskusi yang digelar Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita bertajuk “Teror kepada Aktivis dan Masa Depan Demokrasi Indonesia” yang berlangsung secara virtual, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurut Didik, sejumlah peristiwa intimidasi terhadap aktivis dan media dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya gejala yang patut diwaspadai.

“Saya dulu membaca novel 1984. Dalam pandangan saya, kasus-kasus seperti Novel Baswedan, kemudian kantor Tempo dikirimi kepala babi, hingga kasus Andrie Yunus menurut saya sudah merupakan benih atau bibit teror negara,” kata Didik.

Ia mengingatkan kondisi tersebut bisa berkembang menjadi ancaman serius bagi demokrasi apabila masyarakat sipil memilih diam.

“Kalau ini dibiarkan dan civil society diam, tidak ada lagi Isnur, Mbak Bivitri, dan teman-teman lain yang bersuara, maka benih ini bisa tumbuh dengan cepat,” tegasnya.

Didik juga menyinggung potensi terbentuknya relasi antara kelompok preman dengan kekuasaan negara jika situasi tersebut terus berlangsung.

“Karena nanti bisa terjadi persekutuan antara preman-preman yang ingin membela kekuasaan dengan negara, dan pemimpinnya merasa terlindungi. Kalau tidak ada penolakan yang kuat dari civil society, maka benih ini akan tumbuh subur menjadi sistem,” pungkasnya.

Diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur, pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera Bivitri Susanti, serta Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita