GELORA.CO - Kelompok masyarakat Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) mengklaim telah memenangkan empat kali persidangan sengketa informasi terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kemenangan ini disebut menandakan informasi berkaitan dengan ijazah Jokowi haruslah dibuka.
Pendiri Bonjowi, Lukas Luwarso menjelaskan empat persidangan sengketa informasi itu berhadapan dengan KPU, KPU DKI Jakarta, KPU Solo dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dengan demikian, kata Lukas, tersisa persidangan sengketa informasi melawan Polri yang akan diputus beberapa waktu mendatang.
"Bonjowi kalau ibarat pertandingan bola terkait kontroversi ijazah Jokowi ini, kita sudah mengalahkan 4 kesebelasan dari 5 kesebelasan, berarti 4-0. Kita tinggal menunggu grand final dengan pihak kepolisian yang mungkin akan dimulai nanti di usai Lebaran," ujar Lukas dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).
Dari rentetan kemenangan sengketa informasi ini, Lukas mewanti-wanti politisi bermasalah tak lagi mencalonkan diri menjadi pejabat publik di Indonesia. Apalagi mereka yang tidak jelas latar belakang pendidikannya.
"Ini ada lesson learned, sidang KIP telah membuka mata kita dan publik bahwa satu, bagi politikus bermasalah yang tidak jelas latar belakang pendidikan dan identitasnya, jangan lagi pernah coba-coba peruntungan berpolitik sekedar ingin jadi pejabat publik," tutur dia.
Menurut Lukas, kemenangan sengketa informasi ini juga menjadi pengingat agar pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) tidak main-main akan informasi yang diminta masyarakat. Dari kasus ini, Lukas meyakini publik semakin peka dan tidak akan abai untuk meminta informasi yang menjadi haknya.
"Dengan putusan sidang KIP ini, PPID tidak lagi bisa pekerja semau gue, artinya bekerja tanpa profesional, tanpa kompetensi. Sekarang publik akan meminta, mengawasi kerja-kerja mereka dalam mengelola, menyimpan, dan melacak dokumen-dokumen jika ada persoalan," tandas dia
Sumber: inews
