GELORA.CO -Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 10 juta Dolar AS atau sekitar Rp169,6 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.
Dikutip dari Al-Arabiya, Sabtu, 14 Maret 2026, Washington tidak hanya memburu Mojtaba Khamenei. Pemerintah AS juga mencari informasi terkait sejumlah pejabat penting Iran lainnya.
Beberapa tokoh yang masuk dalam daftar tersebut antara lain kepala keamanan Iran Ali Larijani, Menteri Intelijen Esmail Khatib, serta Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni.
Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menuduh para pejabat tersebut memimpin berbagai operasi yang berkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di berbagai belahan dunia.
“Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC yang merencanakan, mengorganisir, dan menjalankan aksi terorisme di seluruh dunia,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Amerika Serikat sendiri telah lama menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing. Washington juga menuduh Iran terlibat dalam berbagai serangan yang menewaskan warga negara Amerika.
Selain itu, AS menuding Iran pernah merencanakan upaya pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump sebagai balasan atas kematian komandan militer Iran, Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan AS pada 2020.
Di sisi lain, pemerintah Iran menolak seluruh tuduhan tersebut. Teheran secara konsisten menyebut tudingan terorisme dari Amerika Serikat sebagai serangan politik yang tidak berdasar.
Pemerintah Iran juga menilai klaim tersebut kerap digunakan Washington untuk membenarkan kebijakan tekanan politik dan sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.
Sumber: RMOL
