Ustaz Abdul Somad Soroti Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Ini Pesannya untuk Sang Keponakan

Ustaz Abdul Somad Soroti Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Ini Pesannya untuk Sang Keponakan

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Aksi pembacokan yang dilakukan mahasiswa Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Rayhan Muzaffar (21) terhadap Farradhila Ayu Pramesti (23) disoroti Ustaz Abdul Somad.

Terlebih, aksi penyerangan yang terjadi di Kampus UIN Suska Pekanbaru, Riau pada Kamis (26/2/2026) pagi itu dipicu karena asmara.

Pelaku sakit hati cintanya ditolak korban dengan alasan sudah memiliki kekasih. 

Pria yang akrab disapa UAS itu menyampaikan rasa kecewa sekaligus pesan untuk keponakannya.


Hal tersebut disampaikan Ustaz Abdul Somad lewat instagramnya @ustadzabdulsomad_official pada Jumat (27/2/2026).

Dalam postingannya, awalnya UAS mengungkapkan arti nama pelaku penyerangan, yakni Rayhan Muzaffar.

Nama Rayhan dalam bahasa arab seperti yang diriwayatkan Imam Ibnu Katsir diungkapkannya berarti rezeki dan ketenangan.

Sedangkan Muzaffar dari Surah al-Waqi’ah ayat 89, diungkapkannya berarti orang yang beruntung.

"Sebagaimana aku mencarikan nama yang baik untuk anak-anakku, begitu jugalah Ayah Rayhan mencarikan nama terbaik untuk anaknya. Aku melihatnya dalam pandangan seorang Ayah. Ayah yang memeluk cium anak buah hati limpahan kasih sayang. Gantungan harapan masa hadapan," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Walau aku tak punya anak perempuan. Tapi dua ponakanku perempuan. Ntah bagaimana hancurnya perasaan orang tua Faradilla Ayu melihat putrinya bersimbah darah," tambahnya.



Peristiwa pembacokan tersebut diungkapkan Ustaz Abdul Somad menjadi bukti pergaulan anak muda kini sangat memprihatinkan.

Hal tersebut juga harus menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya orangtua untuk mengawasi.


"Peristiwa ini membangunkan kita dari lamunan panjang, dari politik sampai drakor dan dracin. Ada apa dengan anak remaja kita," tanya Ustaz Abdul Somad.

"Syukur, kalau masih ada dosen yang sempat meninggalkan pesan di akhir perkuliahan, 'Hati-hati pergaulan'. Alhamdulilah kalau masih ada bapak ibu kos yang peduli pada pergaulan anak-anak kos," bebernya.


DIrinya kemudian teringat dengan pesan ibunda Ustaz Abdul Somad, Rohana.

Ketika dulu, ibunya memberikan dua pilihan kepadanya, yakni menikah atau kuliah.



Apabila ingin menikah, sang ibu memberikannya sebidang lahan sawit sebagai modal.

Sedangkan, apabila ingin kuliah, ibunya berpesan kepadanya untuk benar-benar sekolah. 

"'Kalau mau nikah, ku kasi kau kebun sawit. Uruslah. Kalau mau kuliah, betul-betul kuliah', begitu Mak dulu berpesan sebelum aku meninggalkan kampung untuk kuliah," kenang Ustaz Abdul Somad.

“Pacaran lima tahun nggak nikah-nikah, sama seperti iklan roti, 'dibuka, dijilat, dicelupin', nggak dimakan-makan. ku sampaikan begitu supaya pemudi kita faham bahwa mereka berharga," jelasnya.

Ustaz Abdul Somad pun berpesa kepada anak-anak muda untuk memiliki prinsip dalam hidup.

Sehingga tidak kembali terulang peristiwa berdarah yang terjadi di UIN Suska Riau.

"Jangan katakan, 'Engkaulah satu-satunya harapanku'. Tapi katakanlah، 'Kalau kau mau, ku pinang kau dengan bismillah. Kalau kau tak mau, bunga bukan setangkai, kumbang bukan seekor, patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu'," pesan Ustaz Abdul Somad.

"Ku nyatakan begitu, supaya anak muda kita tegar, jangan melo, jangan mudah patah hati," jelasnya.



Berangkat dari peristiwa yang terjadi, Ustaz Abdul Somad menghubungi keponakan perempuan yang kini tengah berada di Kairo Mesir.

Ustaz Abdul Somad mengingatkan agar sang keponakan fokus belajar dan tidak memiliki hubungan dengan pria.

Apabila ada yang serius mendekat, dirinya berpesan kepada sang keponakan untuk meminta sang pria bertemu dengannya. 

"WA ku ke ponakanku di Cairo, 'Aku tak mau kau ado hubungan samo laki-laki. Kalau ado yang mendokati, jangan cakap kasar. Sampaikan elok-elok, aku tak mau main-main. Kalau serius, kau mengadap ke Uas'," ungkap Ustaz Abdul Somad.

"Nasihat, doa dan tawakkal. Semoga Allah jaga anak-anak bangsa. Amin," tutupnya.


Kronologi Kejadian

Dikutip dari Kompas.com, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Pekanbaru, gempar, Kamis (26/2/2026) pagi. 

Hal ini disebabkan kejadian seorang mahasiswi bernama FAP (23) dibacok oleh mahasiswa bernama RM (21).

Korban dan pelaku sama-sama mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum.



Pukul 07.00 WIB, korban sudah berada di ruangan seminar proposal di lantai dua Kampus Ilmu Hukum. Korban duduk seorang diri.

Pukul 07.30 WIB, tiba-tiba RM datang dan masuk ke ruang menemui korban. Pelaku mengeluarkan sebilah kampak, lalu membacok tangan kiri dan kepala korban.

Dalam kondisi berlumuran darah, korban berusaha lari keluar ruangan. Namun, pelaku mengejarnya. Dengan posisi telentang di lantai, korban berusaha menahan kampak yang dipegang pelaku dengan kedua tangannya. Situasi mencekam. Mahasiswa yang ada di lokasi kejadian histeris melihat pelaku masih memegang kampak di samping korban.

Mahasiswa meneriaki pelaku supaya berhenti menganiaya korban. Pelaku akhirnya menghentikan aksinya dan diamankan petugas sekuriti. Sebagian sekuriti bergegas menyelamatkan korban. Tak lama kemudian, anggota Polsek Bina Widya datang ke lokasi kejadian perkara (TKP). Petugas kepolisian dan sekuriti kampus membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pelaku digelandang ke Mapolsek Bina Widya untuk diproses hukum.

Motif Penyerangan

Motif penganiayaan ini dipicu asmara. Pelaku sakit hati karena korban ingin memutuskan hubungan. "Pelaku merasa sakit hati karena korban mau memutuskan hubungan pacaran karena sudah punya pacar," ungkap Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Dia mengatakan, pelaku sudah merencanakan aksi kejahatannya. Pelaku berangkat dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, membawa sebilah kampak dan sebilah parang, dimasukkan dalam tas. "Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban," kata Nusirwan.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bina Widya, kata dia, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. "Pelaku dilakukan pemeriksaan dan pendalaman," kata Nusirwan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana. Ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Pelaku Dipecat dari Kampus


Kasus pembacokan yang dilakukan seorang mahasiswa terhadap mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut.

Pelaku yang diketahui bernama Rayhan Muffazar (21) nekat menyerang korban, Farradhila Ayu Pramesti (23), menggunakan kapak.

Aksi brutal ini dilakukan pelaku di lantai dua gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Keduanya merupakan mahasiswa aktif di jurusan Ilmu Hukum kampus tersebut. Tindakan kriminal ini pun memicu kemarahan besar dari pihak rektorat. 

Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, turut mengecam aksi kekerasan tersebut dan menegaskan tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di lingkungan kampus.

"Kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia," kata Leny.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Harris, mengecam keras tindakan kriminal tersebut. "Kami sangat mengecam tindakan kriminal di kampus UIN Suska Riau," ucap Harris dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Kondisi Korban

Harris menjelaskan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat sesaat setelah kejadian. Pihak kampus terus memantau perkembangan kesehatan mahasiswi tersebut.



"Alhamdulillah, saat ini korban dalam keadaan sadar. Secara bertahap menunjukkan perkembangan yang stabil," sebutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas memberikan dukungan penuh serta empati kepada korban. Prioritas utama saat ini adalah memastikan proses pemulihan kesehatan berjalan optimal tanpa membebani masalah akademik. "Universitas akan menyesuaikan seluruh keperluan administrasi dan akademik, agar tidak membebani yang bersangkutan selama masa pemulihan," kata Harris.

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita