GELORA.CO - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada pemerintah daerah untuk menertibkan spanduk dan baliho iklan yang dinilai merusak estetika kota.
Dalam Rakornas di Sentul, Bogor, Presiden menyayangkan maraknya atribut iklan berukuran besar di berbagai daerah, mulai dari Balikpapan hingga Bali, yang dianggap mengganggu kenyamanan wisatawan.
Namun, pernyataan ini memicu reaksi kritis dari netizen karena dinilai kontras dengan kondisi di lapangan.
Banyak warga membagikan foto dan video yang memperlihatkan bendera Partai Gerindra justru menjamur dan memenuhi ruas jalan utama hingga median jalan di sejumlah wilayah.
Kritik tersebut semakin ramai setelah akun resmi Gerindra menjelaskan bahwa atribut tersebut dipasang dalam rangka memperingati HUT ke-18 Partai Gerindra pada 6 Februari 2026.
Pihak admin Gerindra pun telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan menurunkan atribut setelah masa perayaan selesai.
Meski begitu, netizen tetap menyoroti adanya standar ganda dalam penataan ruang publik antara spanduk pelaku usaha dengan atribut partai politik.
Masyarakat kini menanti konsistensi penertiban visual kota demi mewujudkan Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan oleh kepala negara.
