GELORA.CO - Kantor berita Iran Mehr melaporkan, organisasi "Behesht Zahra" telah menyiapkan lokasi pemakaman sementara untuk tentara Amerika yang mungkin tewas di pinggiran Teheran.
Hal ini sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam persiapan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi, tanpa merinci jadwal pelaksanaannya.
Divisi Hubungan masyarakat organisasi tersebut mengatakan, lokasi ini dibuat sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lokasinya terletak di pinggiran kota Teheran.
Organisasi itu menjelaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari persiapan proaktif mengingat ketegangan regional dan petualangan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Tidak ada penjelasan resmi mengenai detail tindakan ini atau jadwal pelaksanaannya.
Sumber-sumber tersebut menegaskan bahwa lokasi tersebut memiliki beberapa ribu kuburan, yang disiapkan khusus untuk menampung korban tewas dari pasukan Amerika Serikat dalam skenario yang mungkin terjadi, yang menunjukkan tingkat kesiapan strategis jika terjadi eskalasi.
Perlu dicatat bahwa organisasi "Behesht Zahra" bertanggung jawab atas pemakaman terbesar di Teheran, dan mengelola pemakaman serta mengatur kuburan adalah salah satu tugas utamanya.
Organisasi ini didirikan untuk menjamin penyediaan layanan pemakaman bagi warga sipil dan kejadian darurat, termasuk bencana besar dan kecelakaan massal, tetapi sebelumnya tidak pernah mengumumkan persiapan khusus untuk tentara asing, sehingga pengumuman ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarahnya.
Koresponden Aljazeera dari Teheran, Nuruddin al-Daghir, melaporkan pengiriman senjata Rusia dan China telah tiba di Iran sejak apa yang dikenal sebagai "Perang 12 Hari" pada bulan Juni lalu.
Al-Daghir dikutip Republika.co.id, Jumat (30/1/2026) menyebutkan pengiriman tersebut diangkut dengan pesawat militer besar, yang berisi berbagai perlengkapan militer, dalam rangka memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan Iran.
Al-Daghir mengatakan China— menurut informasi yang hampir pasti— memainkan peran penting dalam memperkuat kemampuan rudal Iran selama periode terakhir, sambil juga menunjuk pada peran Rusia yang sangat penting dalam memasok berbagai jenis proyektil ke Teheran.
Dalam konteks yang sama, koresponden Aljazeera dari Moskow, Zaur Shug, mengatakan pengiriman militer Rusia tiba di Iran hampir setiap pekan.
Beberapa media telah memberitakan selama beberapa bulan terakhir tentang pengiriman senjata dari Rusia ke Teheran, di tengah apa yang digambarkannya sebagai kemitraan strategis yang berkembang antara kedua negara, terutama setelah eskalasi terbaru.
Pada 13 Juni 2025, Israel dengan dukungan Amerika melancarkan serangan terhadap Iran yang berlangsung selama 12 hari, mencakup lokasi militer dan nuklir serta fasilitas sipil, serta pembunuhan terhadap para pemimpin dan ilmuwan, sementara Iran menargetkan markas militer dan intelijen Israel dengan rudal dan pesawat tak berawak.
Manuver dan pesan politik
Seiring dengan pengiriman barang-barang ini, Iran bersiap melakukan manuver militer bersama dengan Rusia dan Cina, yang dikenal sebagai manuver "Sabuk Keamanan", yaitu manuver laut berkala, namun waktunya saat ini memiliki makna politik dan militer yang mencolok.
