GELORA.CO - Tiga Juta dokumen baru terkait pelaku kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), Jumat 30 Januari 2026. Tiga juta dokemen dengan 180 ribu gambar dan 2 ribu video itu memuat berbagai informasi, mulai dari masa Epstein di penjara termasuk laporan psikologis hingga kematiannya saat menjalani tahanan.
Selain itu, ada pula catatan penyelidikan terhadap Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang divonis bersalah karena membantu memperdagangkan anak perempuan di bawah umur. Dokumen itu juga berisi korespondensi email antara Epstein dan sejumlah tokoh terkenal.
Menyusul dengan perilisan dokumen Epstein yang terbaru, nama Indonesia khususnya Bali juga ikut ramai diperbincangkan di media sosial sejak Minggu malam 1 Februari 2026. Nama Bali sendiri sempat diberitakan oleh Guardian pada 19 Desember 2025 lalu. Dijelaskan dalam pemberitaan yang dimuat The Guardian saat itu ada banyak foto Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell, bersama sejumlah orang lainnya, saat bepergian ke berbagai lokasi, termasuk Bali, Indonesia; Maroko; serta Saint-Tropez, Prancis.
Jika menelisik dalam dokumen yang diunggah DOJ Jumat pekan lalu dalam slide pertama PDF itu juga tertulis beberapa nama wilayah seperti Afrika, Hawai, Bali/Thailand/Asia, dan Rusia
Sementara itu dalam unggahan akun @geovenera di media sosial X pada Minggu 1 Februari 2026, dijelaskan foto Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell diambil antara tanggal 27 dan 29 Mei 2002. Dalam foto itu terlihat Epstein yang menggunakan kemeja putih dan celana panjang hitam terlihat sedang mengunjungi galeri patung di sana. Jika menelisik koordinat yang dibagikan oleh akun tersebut, saat itu Epstein dan Maxwell diketahui berada di wilayah Batubulan, Gianyar Bali.
”Gambar Epstein dan Maxwell yang diambil sekitar tanggal 27-29 Mei 2002. Lokasi Bali, Indonesia (-8.61689216148, 115.25376837324),” demikian bunyi keterangan dalam akun akun tersebut.
Pictures of Epstein and Maxwell, taken between May 27th and May 29th, 2002. Located in Bali, Indonesia (-8.61689216148, 115.25376837324) pic.twitter.com/Fez4jb5pEC
— Venera 💤 (@geovenera) January 31, 2026
Sebagaimana diketahui, selama lebih dari satu dekade, nama Jeffrey Epstein menjadi simbol dari salah satu skandal paling gelap yang melibatkan kekuasaan, uang, dan eksploitasi seksual di kalangan elite global. Sejumlah nama-nama besar pun sempat terseret dalam kasus tersebut. Mulai dari mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Trump diketahui pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Jeffrey Epstein, namun ia menyebut hubungan tersebut telah berakhir sejak bertahun-tahun lalu. Trump juga menegaskan tidak pernah mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.
Di antara dokumen baru itu terdapat sebuah daftar yang disusun FBI tahun lalu. Dokumen tersebut berisi berbagai tuduhan terhadap Trump yang berasal dari laporan masyarakat ke saluran pengaduan National Threat Operations Center. Banyak dari laporan tersebut tampaknya didasarkan pada informasi yang belum diverifikasi dan tidak disertai bukti pendukung.
Daftar tersebut memuat sejumlah tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Trump, Epstein, serta tokoh-tokoh publik lainnya.
Trump secara konsisten membantah segala bentuk pelanggaran yang dikaitkan dengan Epstein dan hingga kini tidak pernah didakwa atas kejahatan apa pun oleh para korban Epstein.
Saat dimintai tanggapan mengenai tuduhan terbaru, pihak Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan resmi yang disertakan dalam rilis dokumen tersebut.
“Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020. Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, klaim itu pasti sudah lama digunakan sebagai alat untuk menyerang Presiden Trump,”demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS dikutip dari laman BBC UK, Senin 2 Februari 2026.
