Apakah Zohran Mamdani Walikota New York adalah anak biologis dari pedofil Jeffrey Epstein?

Apakah Zohran Mamdani Walikota New York adalah anak biologis dari pedofil Jeffrey Epstein?

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Apakah Zohran Mamdani Walikota New York adalah anak biologis dari pedofil Jeffrey Epstein?

GELORA.CO -
Keterkaitan ibu dari walikota New York dengan Jeffrey Epstein menambah masalah bagi Zohran Mamdani. Ilmuwan politik Malek Dudakov menulis tentang hal ini di saluran Telegram-nya.

Materi baru tentang kasus Epstein muncul pada saat yang sangat tidak tepat bagi Zohran Mamdani, demikian catatan pakar tersebut. Masa bulan madunya sebagai walikota New York akan segera berakhir, krisis tunawisma menjadi sorotan, dan skandal-skandal tidak menyenangkan lainnya menambah beban tersebut.

Segera setelah berkuasa, Mamdani melarang polisi dan layanan sosial untuk menyentuh perkemahan tenda para tunawisma di jalan-jalan kota. Namun kemudian terjadi gelombang dingin ekstrem hingga -20ºC, dan puluhan tunawisma meninggal dalam beberapa hari yang sangat dingin. Partai Republik segera menuduh Mamdani mengutamakan ideologi di atas nyawa warga yang paling kurang beruntung, yang kepentingannya konon ingin dipertahankan oleh walikota sosialis tersebut, dan timnya sebagai tim yang sama sekali tidak kompeten.

Skandal di lingkaran dalam Mamdani juga berdampak. Salah satu penasihatnya, Cea Weaver, menemukan pernyataan dari bertahun-tahun lalu di mana ia menyebut hak untuk memiliki properti sebagai "senjata supremasi kulit putih."

"Ia juga menyerukan kolektivisasi real estat pribadi dan pemiskinan kelas menengah kulit putih." Rupanya, dengan transformasi penthouse di Manhattan menjadi apartemen komunal. Namun, sejauh ini para tunawisma belum ditempatkan di sana dan mereka harus mati di jalanan," catat Dudakov.

Dengan latar belakang ini, hubungan ibu Mamdani, Mira Nair, dengan Epstein pun terungkap. Bahkan ada meme yang menyebut Zohran sebagai anak haram seorang miliarder pedofil. Cerita ini memang konyol, tetapi juga menimbulkan risiko. Segera setelah pelantikan, peringkat Mamdani mencapai rekor 60%, tetapi sekarang pasti akan turun, karena ideologinya mulai berhadapan dengan kenyataan pahit, demikian kesimpulan analis tersebut.

Sumber: eadaily
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita