GELORA.CO - Adik Denada Tambunan, Enrico Tambunan, muncul ke publik menjelaskan kekisruhan seputar jati diri Ressa Rizky Rossano, dan juga siapa kira-kira ayahnya.
Enrico mengaku dirinya baru mengetahui Ressa adalah anak kandung Denada sejak pertengahan tahun 2025.
“Saya tidak tahu, saya baru dikabari oleh tante Ratih lewat chat di pertengahan 2025 kalau Ressa itu anak mbak Dena,” kata Enrico dalam video.
Enrico menyesalkan jika dalam podcast Denny Sumargo Curhat Bang Denny Sumargo, Ratih, adik ipar Emilia Contessa yang mengasuh Ressa sejak bayi, mengatakan tahu siapa ayah kandung Ressa tetapi tak mau memberitahu.
Sebab, kata Enrico, seorang pria atau ayah tetap harus bertanggung jawab dan dikejar untuk mengakui perbuatannya.
Ia pribadi sudah mencoba bertanya kepada kakaknya, Denada, terkait peristiwa 24 tahun silam, siapa yang menghamilinya saat itu.
Enrico mempertanyakan di mana keberadaan laki-laki yang sudah menghamili Denada.
“Sementara kita seharusnya pertanyakan laki2 ini di mana, dan kenapa dia tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia hanya bisa menebak-nebak siapa orangnya.
Setiap kali ia bertanya, Denada seperti marah, terguncang, seperti orang mengalami trauma berat atau semacam PTSD.
PTSD (post-traumatic stress disorder) adalah gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang dipicu oleh peristiwa yang menyakitkan, menakutkan.
“Lalu kalau saya bicara dengan kakak saya, saya pun jadi kasihan, entah kenapa, saya tidak tahu terjadi apa pada waktu dulu itu, sehingga kalau saya ngomongin seorang laki-laki ini, saya mungkin bisa meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana, tapi saya tidak tahu secara pasti karena saya tidak di Indonesia. Tetapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih sekali langsung, dia gak mau bicarain, dia seperti ada seperti orang yang PTSD,” ucapnya.
Dia menggambarkan Denada begitu terpukul dan trauma dengan peristiwa itu.
“Kalau ngomongin masalah itu dia seperti orang yang mukanya sedih campur marah dan gak mau ngomongin dan gak mau bicarain, saya juga amat kasihan, dan seperti ada rasa sakit hati luar biasa kalau saya coba mencari tahu dan mengkonfirmasi siapa ayahnya,” katanya.
Oleh sebab itu, Enrico kecewa jika di dalam podcast, Ratih dan keluarganya mengaku tahu siapa ayah kandung Denada namun tak mau memberitahu.
“Ini yang menjadi kekecewaan saya yang luar biasa adalah, kalau di dalam podcast itu tante tahu siapa bapaknya, kenapa yang tante serang adalah malah keponakan sendiri, dia lah bapaknya, dia lah yang harusnya memberikan nafkah utama kalau menurut saya, dia yang harusnya bertanggung jawab, tetapi sekarang sudah kakak saya ditinggalin, dan kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi bukan malah dilindungi,” jelas Enrico.
Enrico menjelaskan seorang perempuan yang sudah tersakiti begitu dalam, semestinya mendapatkan perlindungan.
“Karena kalau saya pikir di dalam keluarga lain, logisnya kalau terjadi seperti itu terhadap keluarga perempuan, maka semuanya harus melindungi. Ini yang harus bertanggung jawab adalah yang laki-lakinya. Kalau tante tahu, laki-lakinya siapa seharusnya yang diserang yang laki-laki itu,” jelasnya.
Semestinya menurutnya, keponakan harusnya dilindungi.
“Itu, harusnya justru keponakan sendiri yang dilindungi, itu pemikiran saya, saya tidak tahu, saya agak sedih baca komen, perempuan ibu-ibu single mom, seharusnya ada ibu berempati yang merawat anaknya, apapun kesalahan dia di belakang, Ini ada situasi seperti ini, ada seorang ibu yang disakiti oleh seorang laki-laki, tapi kok yang dihujat yang diboikot yang ini,” kata Enrico.
Diketahui Denada sudah mengakui kalau Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya dan memang membuangnya karena kondisi psikisnya saat itu sedang terguncang.
Namun Denada belum mengungkapkan siapa sosok ayah kandung Ressa.
