Viral Child Grooming di Bogor, Gadis 13 Tahun Dibawa Kabur Pria Dewasa Kenalan TikTok

Viral Child Grooming di Bogor, Gadis 13 Tahun Dibawa Kabur Pria Dewasa Kenalan TikTok

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
Viral kasus diduga child grooming menimpa seorang gadis muda di Bogor.

Gadis bernama Suci Triana dikabarkan menghilang dari rumah sejak Sabtu (10/1/2026).

Lima hari menghilang, Suci yang masih berusia 13 tahun itu membuat keluarganya cemas.

Pasalnya Suci diduga menjadi korban child grooming lantaran dibawa kabur pria dewasa.

Seperti diketahui, child groomong adalah tindak manipulasi psikologis bertahap yang dilakukan oleh predator (pelaku) untuk membangun kepercayaan anak demi tujuan eksploitasi. 

Dilansir TribunnewsBogor.com dari postingan viral akun aktivis Bogor Ronald Sinaga alias Bro Ron, terungkap kronologi hilangnya Suci.

Diungkap keluarganya, Suci diduga pergi bersama pria umur 25 sampai 30 tahun ke tempat yang tak diketahui keluarga.

Suci katanya kenal dengan pria tersebut lewat aplikasi TikTok.

"Anak ini hilang dibawa kabur sama cowok umur 25-30 an. Awal kenal di TikTok sama cowo ini, trus diajak ketemuan dari hari Sabtu kemarin, enggak ada kabar (sampai sekarang)," tulis anak majikan dari keluarga Suci.

Sebelum menghilang tanpa kabar, Suci sempat terekam kamera CCTV saat pergi bersama pria tersebut.

Terlihat di CCTV Suci terlihat di sebuah bangunan pada hari Sabtu sekira pukul 14.26 Wib.

Setelah keluar dari bangunan tersebut, Suci sempat menunggu selama satu menit.

Lalu ia pun berjalan ke arah kanan dan kembali ke bangunan tersebut bersama seorang pria.

Pria yang mengenakan hoodie itu langsung mengeluarkan kartu dan memberikannya ke pria di depannya.

Usai momen tersebut, Suci dan pria tersebut diduga langsung pergi.



Hingga artikel ini ditulis, Suci konon belum juga ditemukan.

Kata keluarganya, posisi HP Suci saat dilacak polisi adalah berada di kawasan Jawa Tengah.

"Kami minta tolong sama polisi tetangga kami untuk ngelacak HP nya, posisi terakhir titiknya ada di Jawa Tengah di Banjarnegara," tulis anak majikan keluarga Suci.

Viral isu child grooming


Bahasan soal child grooming belakangan tengah ramai jadi perbincangan.

Hal itu karena publik menyoroti buku karya artis Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings.

Di buku tersebut, Aurelie menceritakan kisahnya jadi korban child grooming sejak umur 15 tahun.

Kala masih di bawah umur, Aurelie mengaku pernah menjalin hubungan dengan pria yang usianya hampir 30 tahun.

Selama berhubungan dengan pria dewasa tersebut sampai dipaksa menikah, Aurelie mendapatkan perlakuan tak pantas.

Mulai dari dilecehkan hingga diancam.

Beruntung Aurelie bisa keluar dari hubungan tak sehat itu saat beranjak dewasa.

Berkaca dari kisah hidup Aurelie tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui khalayak terkait dengan child grooming.

Bahwa child grooming bukanlah tindakan tunggal, melainkan sebuah proses bertahap. 

Pelaku biasanya akan berusaha membangun hubungan dengan korban.

Mereka juga sering berpura-pura menjadi teman atau figur yang dapat dipercaya. 

Dikutip dari laman halodoc, berikut adalah poin penting terkait modus child grooming yang perlu diwaspadai para orangtua: 

Pura-pura jadi teman


Pelaku child grooming biasanya akan berpura-pura simpati kepada korban.

Ia pun akan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan anak.

Modusnya adalah pelaku kerap melakukan minat yang sama dengan korbannya.

Pakai media sosial


Tak cuma di dunia nyata, pelaku child grooming juga akan membangun hubungan dengan anak di media sosial.

Hal itu dilakukan agar mereka selalu intens berkomunikasi.

Pakai game online


Selain media sosial, modus pelaku child grooming di era digitalisasi adalah memanfaatkan game online.

Pelaku biasanya berinteraksi dengan anak melalui game online.

Hal tersebut kerap dilakukan pelaku dengan menyembunyikan identitas mereka.

Peduli dan menawari bantuan


Terakhir, modus yang paling sering dilakukan pelaku child grooming adalah mereka kerap menawari bantuan kepada anak yang sedang kena masalah.

Usai diberi bantuan, sang anak akan merasa punya hutang budi sehingga rela melakukan apa saja kepada pelaku.

Untuk para orangtua yang memiliki anak masih di bawah umur, ada baiknya lebih waspada akan praktek child grooming sejak dini.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita