Noel Ungkap Ada Satu Partai dan Ormas Terlibat Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3

Noel Ungkap Ada Satu Partai dan Ormas Terlibat Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Noel Ungkap Ada Satu Partai dan Ormas Terlibat Pemerasan Pengurusan Sertifikat K3

GELORA.CO - 
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) mengungkap ada satu partai dan satu ormas yang juga terlibat dalam kasus korupsi pemerasan pengurusan sertifikat K3.

Hanya saja, Noel masih enggan membeberkan identitas dari partai serta ormas yang dimaksud.

"Yang jelas ada 1 partai dan 1 ormas yang terlibat langsung dalam permainan ini," ujar Noel saat menghadap sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Noel menjelaskan, dirinya baru akan menyampaikan identitas dari partai dan ormas tersebut pada Senin (26/1/2026) pekan depan.

"Jangan kasih tahu warnanya, clue-nya. Yang jelas partai dan ormas. Enggak ada keterkaitan itu (aliran uang). Pokoknya akan kita sampaikan partainya partai apa. Ormasnya juga," ucapnya.

Sementara itu, Noel berterima kasih kepada KPK karena telah menyelamatkan dirinya. Sebab, jika Noel masih berada di luar tahanan, bisa saja pengusaha yang dendam kepada dirinya melakukan sesuatu.

"Alhamdulillah baik. Penjaga tahanannya bagus, ramah, punya integritas, dan responsibility-nya luar biasa. Dan saya sampaikan terima kasih ke penyidik KPK karena mereka menyelamatkan saya, bukan menyiksa saya," jelas Noel.

"Kalau saya masih di luar, mungkin enggak tahu lah... Kawan-kawan kan tahu bagaimana pengusaha-pengusaha yang saya sidak dan melakukan perlawanan. Makanya saya bilang ada partai dan ormas," imbuhnya.

Diketahui, berkas perkara Noel telah teregister di sistem kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 1/Pid.Sus-TPK/2026/PN Jkt.Pst.

“Dijadwalkan sidang perdana digelar pada Senin, 19 Januari 2025,” ujar Juru Bicara PN Jakarta Pusat Andi Saputra dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026) lalu.

Hakim yang akan mengadili dan memeriksa perkara ini adalah Nur Sari Baktiana sebagai ketua majelis dengan anggota Fajar Kusuma Aji dan Alfis Setiawan.

Selain Noel, 10 tersangka lain juga akan menghadapi sidang dakwaan pada hari yang sama, yaitu:

1. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025. Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025.

2. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-2025.

3. Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025.

4. Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020-2025.

5. Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025.

6. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025.

7. Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator.

8. Supriadi selaku Koordinator.

9. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

10. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Dalam perkara ini, eks Wamenaker Noel dan kawan-kawan diduga menggunakan modus menaikkan biaya penerbitan sertifikat K3.

Praktik ini sudah berlangsung sejak 2019.

KPK mengungkap bahwa biaya pengurusan sertifikasi K3 hanya Rp 275.000, namun, di lapangan biaya naik menjadi Rp 6 juta.

KPK mencatat selisih pembayaran tersebut mencapai Rp 81 miliar yang kemudian mengalir kepada para tersangka, termasuk Rp 3 miliar yang dinikmati oleh Noel.

Akibat perbuatannya, Noel dan 10 tersangka lainnya dipersangkakan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita