Mengaku dianiaya aparat, penjual es jadul Sudrajat sepakat damai dan cabut laporan

Mengaku dianiaya aparat, penjual es jadul Sudrajat sepakat damai dan cabut laporan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat menjadi korban penganiayaan aparat setelah dituduh menggunakan spons sebagai bahan dagangannya, memutuskan tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum. 

Warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, itu mengaku telah memaafkan oknum yang terlibat dan memilih menganggap peristiwa yang dialaminya sebagai musibah.

“Sudah baikan (damai),” kata Sudrajat usai bertemu aparat kepolisian dan TNI di sebuah mushala pada Selasa (27/1) tengah malam, diwartakan Kompas.com.

Dalam pertemuan tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo menyampaikan permintaan maaf secara langsung. 

Keduanya terlihat mencium tangan serta memeluk Sudrajat. Ikhwan juga menyampaikan permintaan maaf kepada istri Sudrajat.

MENGAKU ALAMI KEKERASAN FISIK BERTUBI-TUBI


Pria berusia 49 tahun itu menceritakan tidak hanya menerima tuduhan tak berdasar dari oknum aparat di lokasi jualannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, tetapi juga mengalami perlakuan yang dinilainya tidak seharusnya diterima.

Mengutip unggahan di media sosial, Sudrajat menyebut dirinya mengalami kekerasan fisik berulang. Ia mengaku sempat dipukul di bagian wajah.

“Saya luka, muka saya ditonjok,” akunya.

Sudrajat juga mengungkapkan dagangan miliknya dirusak oleh aparat, lalu dilemparkan ke wajahnya.

“Es-nya dibejek-bejek sama dia (polisi), dilempar ke muka saya,” bebernya. 

Tidak ketinggalan ia menyebut mendapat cambukan di bagian pundak kanan.

“Pundak sebelah kanan saya sakit karena disabet pakai selang,” tuturnya.

Sudrajat bahkan menyatakan sempat ditendang oleh oknum aparat.

“Saya ditendang pakai sepatu dan disuruh minum air comberan,” ungkapnya.

Meski demikian, Sudrajat menyebut peristiwa pemukulan dan penganiayaan tersebut sebagai ujian hidup yang diterimanya dengan lapang dada. Ia mengaku tidak memiliki keinginan agar para oknum yang terlibat diproses secara hukum atau dijatuhi sanksi lebih berat.

“Pada maaf semua, (saya) udah ikhlas dari (karena) Allah. Namanya musibah kan, Allah Maha Kuasa udah tahu,” katanya. 

Keputusan tersebut diambil agar ia bisa kembali berjualan dan menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarganya. Selama 30 tahun berjualan es gabus, Sudrajat mengaku sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup sebagai pedagang kecil.

“Alhamdulillah bantuan banyak, ada TV, kulkas, elektronik, perabotan. Saya juga mau naik haji ama anak bini,” ucapnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita