GELORA.CO - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kakek penjual es gabus oleh oknum anggota TNI dan Polri menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perdebatan luas mengenai penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat kecil.
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut angkat bicara menanggapi kasus tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Ia menilai respons aparat setelah kejadian viral justru menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Hotman Paris Kecewa dengan Respons Polisi
Dalam pernyataannya, Hotman Paris menyoroti sikap aparat yang datang memeluk korban setelah video penganiayaan menyebar luas. Ia menilai tindakan tersebut terkesan hanya untuk meredam kemarahan publik, bukan sebagai bentuk keadilan yang sesungguhnya.
“Kelihatannya indah ya dipeluk-peluk, seolah-olah damai dan sayang, tapi pelukan apa itu?” ujar Hotman Paris dalam pernyataan videon di media sosial pribadinya.
Hotman menegaskan bahwa tindakan simbolis seperti pelukan tidak menghapus perbuatan kekerasan yang telah terjadi sebelumnya. Menurutnya, publik tidak boleh terbuai oleh gestur emosional yang muncul setelah kasus tersebut ramai dibicarakan.
“Masak habis digebukin, tiba-tiba datang memeluk-meluk, lalu dianggap selesai?” kata Hotman Paris dengan nada tegas.
Ia juga menyinggung kondisi ekonomi korban yang tergolong miskin, sehingga dikhawatirkan mudah menerima perdamaian tanpa kejelasan proses hukum. Hotman menilai hal tersebut justru membuka peluang terulangnya kekerasan serupa di kemudian hari.
“Kalau pelakunya tidak dijadikan tersangka dan institusinya tidak tegas, kejadian seperti ini akan terulang lagi dan lagi,” ucap Hotman Paris.
Lebih lanjut, Hotman menekankan bahwa perdamaian secara personal tidak boleh menghentikan proses hukum. Ia meminta agar institusi terkait tetap menjatuhkan sanksi tegas demi menegakkan keadilan dan memberikan efek jera.
Hotman Paris Siap Dampingi Korban
Sebelumnya Hotman Paris menyatakan kesediaannya untuk mendampingi kakek korban penganiayaan apart kepolisian dan TNI. Hal itu ia sampaikan di media sosial setelah banyak permintaan netizen untuk menolong sang kakek.
Hotman Paris mengaku menerima ribuan pesan dari masyarakat yang meminta dirinya membela korban.
Hotman menegaskan telah membuka akses bantuan hukum bagi korban dan keluarganya melalui layanan Hotman 911. Ia menyatakan siap mengerahkan tim pengacaranya tanpa memungut biaya.
“Saya sudah posting, silakan kalau bisa korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911. Dengan senang hati saya akan kirim tim pengacara,” ucap Hotman.
“Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak, hari ini juga. Hubungi kami segera, gampang kok menghubungi kita,” tegas Hotman.
