GELORA.CO - Isu absensi Anwar Usman kembali memanas setelah data Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menunjukkan dirinya menjadi hakim dengan ketidakhadiran tertinggi sepanjang 2025.
Publik pun ramai bertanya-tanya terlebih karena Anwar hampir tidak pernah memberikan klarifikasi.
Namun kini, setelah polemik melebar dan menjadi sorotan nasional, ia akhirnya buka suara.
Dalam pernyataannya Anwar menceritakan kondisi kesehatan yang selama ini tidak banyak diketahui publik.
Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukan karena kelalaian, melainkan karena situasi medis yang memburuk sejak awal tahun.
“Yang tadinya saya bilang itu sakit, itu kan sejak Januari itu. Ya masih untunglah saya masih bisa bernapas,” kata Anwar dikutip pojoksatu.id dari kompas 21/1/2026.
Ia kemudian menunjukkan sejumlah obat yang harus dikonsumsi setiap hari.
Menurutnya rutinitas pengobatan ini menjadi salah satu alasan ia kerap tidak mampu menghadiri sidang.
“Itu terus terang, jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang empat kali untuk minum obat,” ucapnya dikutip pojoksatu.id dari suara.com 21/1/2026
Pernyataan ini muncul setelah MKMK memberikan peringatan resmi terkait catatan absensinya. Beberapa pihak menyebut Anwar sebagai raja bolos sidang.
Sebuah julukan yang kini coba ia luruskan. Anwar menegaskan bahwa absensinya selalu dilaporkan secara administratif dan bukan bentuk menghindari tanggung jawab.
Kemunculan publik Anwar setelah sekian lama bungkam memicu beragam reaksi.
Sebagian menilai klarifikasi ini penting untuk menjaga transparansi lembaga peradilan.
Sementara yang lain meminta MK memberikan penjelasan lebih rinci terkait mekanisme pengawasan kehadiran hakim.***
