Baru Deklarasi Langsung Bicara Presiden, NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat: Pemilunya Masih Lama

Baru Deklarasi Langsung Bicara Presiden, NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat: Pemilunya Masih Lama

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Baru Deklarasi Langsung Bicara Presiden, NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat

GELORA.CO - -
Peta politik nasional kembali memanas setelah Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik.

Tak berhenti di situ, Gerakan Rakyat secara terbuka menyampaikan harapan agar Anies Baswedan maju sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut langsung memantik respons dari partai politik lain.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menilai langkah Gerakan Rakyat terkesan terlalu dini.

Ia mengingatkan bahwa Pemilihan Presiden masih cukup lama dan dinamika politik bisa berubah sewaktu-waktu.

“Pemilunya masih lama,” ujar Saan, dikutip pojoksatu.id dari Liputan 6 (21/1/2026).

Meski menyelipkan nada sindiran, Saan tetap menyampaikan ucapan selamat atas deklarasi Partai Gerakan Rakyat.

Ia menegaskan NasDem menghormati setiap hak warga negara untuk mendirikan partai politik dan menyampaikan aspirasi politiknya.

Namun, Saan menegaskan bahwa sikap politik NasDem saat ini masih sangat jelas.

Partai pimpinan Surya Paloh tersebut memilih fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan belum membuka pembahasan terkait Pemilihan Presiden 2029.

“NasDem saat ini fokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Soal Pilpres 2029 belum menjadi agenda pembahasan,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan jarak politik NasDem dengan wacana pencapresan yang terlalu dini.

Bagi NasDem, stabilitas pemerintahan dan konsolidasi nasional masih menjadi prioritas utama pasca-Pemilu 2024.

Sementara itu, dari kubu Gerakan Rakyat, sikap politik justru disampaikan secara terang-terangan.

Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa Anies Baswedan merupakan arah perjuangan utama partai yang baru dideklarasikan tersebut.

Bahkan, Anies disebut telah menerima kartu anggota Partai Gerakan Rakyat dengan nomor khusus, yakni 0001.

Langkah ini dinilai sebagai simbol kuat bahwa Gerakan Rakyat menempatkan Anies sebagai figur sentral dalam gerakan politik mereka ke depan.

“Anies Baswedan adalah arah perjuangan kami,” ujar Sahrin dalam pernyataannya.

Gerakan Rakyat juga mematok target ambisius. Mereka berencana mendaftarkan diri secara resmi sebagai partai politik ke Kementerian Hukum RI pada Februari 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Sahrin mengajak seluruh kader bergerak militan demi memenuhi syarat administrasi dan kepengurusan sebagai partai politik nasional.

Deklarasi Gerakan Rakyat dan pengusungan Anies Baswedan ini menambah warna dalam dinamika politik nasional.

Di satu sisi, ada partai baru yang ingin langsung mengunci arah perjuangan.

Di sisi lain, partai lama seperti NasDem memilih bersikap lebih hati-hati dan realistis.

Sindiran halus NasDem menjadi penanda bahwa pertarungan politik menuju 2029 masih panjang.

Publik pun kini menanti, apakah langkah cepat Gerakan Rakyat akan berbuah hasil, atau justru akan diuji oleh waktu dan dinamika politik yang terus bergerak.***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita