Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri terus mendorong terciptanya sekolah ramah lingkungan melalui program pembinaan Sekolah Adiwiyata dan Calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan sekolah dari tingkat SD hingga SMA di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.
Program pembinaan tersebut mencakup pendampingan intensif, workshop pengelolaan lingkungan sekolah, pembuatan taman edukasi, pengelolaan sampah berbasis sekolah, konservasi air, serta penghijauan lingkungan sekolah. DLH Kediri memberikan panduan teknis dan evaluasi agar sekolah dapat memenuhi kriteria Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Kepala DLH Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan di sekolah adalah investasi jangka panjang. “Melalui program Adiwiyata, kami ingin menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi laboratorium nyata menjaga bumi,” ujarnya.
Beberapa sekolah calon Adiwiyata 2026 antusias mengikuti pembinaan ini. Mereka aktif membentuk Tim Adiwiyata, mengembangkan program daur ulang sampah, membuat biopori, serta mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kurikulum sekolah.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kediri dan menjadikan dunia pendidikan sebagai motor penggerak gerakan lingkungan hidup di masyarakat.
Masyarakat, orang tua, dan pihak sekolah yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program Adiwiyata, layanan DLH, atau mendaftarkan sekolahnya dapat mengunjungi situs resmi: dlhkediri.bondowosokab.org
Dengan semangat kolaborasi antara DLH, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Kediri siap melahirkan generasi muda yang peduli lingkungan dan berwawasan global. Mari wujudkan Kediri Hijau melalui Sekolah Adiwiyata! 🌱🏫🌍
