Acara donor darah ini menjadi puncak dari berbagai kegiatan HKN ke-61, yang bertema “Pemerintah Kuat, Rakyat Sehat, Indonesia Hebat”. Selain donor darah, rangkaian acara mencakup lomba senam sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kepala Dinkes Subang, dr. Hj. Rina Wijayanti, M.Kes, menyatakan bahwa donor darah adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan sesama. “Donor darah adalah aksi heroik yang selamatkan nyawa. Di Subang, dengan populasi 1,5 juta jiwa, stok darah PMI sering menipis. Kegiatan ini ajak masyarakat berbagi, sekaligus rayakan HKN dengan semangat gotong royong,” ujar dr. Rina, seperti dikutip dari https://poltekkessubang.org
Poltekkes Kemenkes Subang memainkan peran strategis dalam kegiatan ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes mengerahkan 50 mahasiswa Jurusan Keperawatan dan Promosi Kesehatan untuk mendampingi proses donor, mulai dari skrining pra-donor hingga edukasi pasca-donor. Direktur Poltekkes Subang, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa partisipasi ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Mahasiswa kami tidak hanya bantu skrining hemoglobin dan edukasi manfaat donor darah—seperti tingkatkan sirkulasi dan kurangi risiko penyakit jantung—tapi juga lakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan) untuk pahami dinamika kesehatan masyarakat. Di Subang, donor darah krusial untuk cegah kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan persalinan berdarah,” jelas Dr. Siti. Mahasiswa Poltekkes juga bagikan leaflet tentang PHBS, termasuk cuci tangan pakai sabun dan olahraga rutin, yang selaras dengan tema HKN.Acara ini diikuti ratusan warga dari berbagai kecamatan, dengan target 200 kantong darah. Meskipun diguyur hujan rintik, antusiasme tak surut, dengan peserta berbondong-bondong mendonorkan darah. Seorang donor, Bapak Rahman (45 tahun), berbagi cerita: “Saya donor setiap tiga bulan. Ini bukan hanya selamatkan orang lain, tapi juga jaga kesehatan diri. Terima kasih Poltekkes Subang yang dampingi prosesnya ramah dan profesional.” Stok darah PMI Subang, yang sering kekurangan 30 persen di musim hujan, kini terisi kembali, siap tangani darurat medis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Subang untuk tingkatkan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan target Kemenkes untuk cakupan donor darah 1 persen penduduk per tahun. Poltekkes Subang berencana lanjutkan dengan donor darah kampus pada 2026, terintegrasi dengan edukasi gizi untuk cegah stunting. Dengan gelaran seperti ini, Subang bukan hanya rayakan HKN, tapi wujudkan masyarakat sehat dan peduli—untuk Jawa Barat yang lebih kuat.
