Poltekkes Bulugan Genjot Program Kesehatan Terpadu: Integrasi Stunting, Sanitasi, dan Pencegahan Penyakit

Poltekkes Bulugan Genjot Program Kesehatan Terpadu: Integrasi Stunting, Sanitasi, dan Pencegahan Penyakit

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, yang dikenal dengan wilayah perbatasan luas dan masyarakat multietnis, kini semakin gencar menggenjot program kesehatan terpadu untuk mengatasi tantangan kompleks seperti stunting, gizi buruk, penyakit menular dan tidak menular, serta sanitasi yang belum memadai. Bupati Bulungan, Syarwani, menekankan bahwa penanganan berlapis dan konsisten menjadi kunci utama, dengan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan layanan medis, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bulungan, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, memainkan peran strategis dalam mendukung program tersebut melalui pelatihan tenaga kesehatan, riset lapangan, dan pengabdian masyarakat. Upaya ini tidak hanya bertujuan menurunkan angka stunting yang masih tinggi, tapi juga membangun fondasi kesehatan berkelanjutan untuk generasi mendatang.


Menurut Bupati Syarwani, isu kesehatan di Bulungan memerlukan strategi holistik yang menjangkau akar masalah. “Upaya perbaikan harus ditopang oleh layanan yang lebih responsif dan merata, sehingga masyarakat di seluruh kecamatan dapat memperoleh akses yang setara,” ujarnya, seperti dikutip dari https://poltekkesbulugan.org. Ia menyoroti bahwa tantangan utama adalah rendahnya literasi hidup sehat dan akses layanan yang tidak merata, terutama di desa-desa terpencil. Program kesehatan terpadu difokuskan pada intervensi gizi untuk stunting, yang mencapai 25 persen pada balita di Bulungan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Strategi mencakup pemberian suplemen multi-mikronutrien (MMS) bagi ibu hamil, edukasi pola makan berbasis pangan lokal seperti ikan sungai dan ubi kayu, serta penguatan posyandu untuk deteksi dini malnutrisi kronis.

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bulungan menjadi pilar utama dalam menggenjot program ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes telah melibatkan 100 mahasiswa Jurusan Gizi dan Kesehatan Masyarakat melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi sosialisasi dan screening di 15 kecamatan. Direktur Poltekkes Bulungan, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menjelaskan bahwa lembaga ini fokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. “Kami latih bidan desa dan kader posyandu untuk deteksi stunting dini melalui antropometri akurat. Di Bulungan, di mana akses pangan terbatas oleh medan pegunungan, kami edukasi warga manfaatkan sumber daya lokal untuk cegah gizi buruk,” katanya. Poltekkes juga berkontribusi melalui riset mahasiswa tentang faktor risiko sanitasi buruk, yang sering memicu penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama program ini. Bupati Syarwani menekankan, “Kerja sama dengan dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta media menjadi bagian penting agar setiap program kesehatan dapat berjalan lebih efektif.” Poltekkes Bulungan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan perusahaan pertambangan untuk peningkatan sanitasi, termasuk pembangunan jamban sehat di 50 desa prioritas. Hasilnya terlihat: angka stunting turun 5 persen sejak 2023, dan kasus diare menurun 20 persen berkat kampanye PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Tantangan seperti akses terpencil di Kecamatan Krayan dan Malinau tetap ada, tapi dengan pelatihan kader oleh Poltekkes, layanan primer semakin merata.

Program kesehatan terpadu ini selaras dengan target nasional Kementerian Kesehatan untuk turunkan stunting menjadi di bawah 14 persen pada 2024. Di Bulungan, di mana 40 persen penduduk adalah anak dan lansia, inisiatif seperti ini krusial untuk pembangunan SDM. Dengan genjotan Poltekkes Bulungan, program ini bukan lagi proyek sementara, tapi gerakan berkelanjutan—untuk masyarakat Bulungan yang sehat, mandiri, dan siap hadapi masa depan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita