Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo melakukan langkah konkret dalam memantau kualitas lingkungan dengan memetakan tingkat kualitas udara dan kebisingan. DLH kini telah memasang alat pemantau otomatis di beberapa titik strategis untuk mendapatkan data akurat secara real-time.
Alat pemantau tersebut dipasang di lokasi-lokasi rawan polusi seperti kawasan perkotaan, pinggir jalan protokol, sekitar industri, dan pusat keramaian. Parameter yang dipantau meliputi kadar PM2.5, PM10, sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), serta tingkat kebisingan (noise) dalam satuan decibel (dB).
“Kami sedang memperkuat sistem pemantauan lingkungan hidup. Data kualitas udara dan kebisingan yang akurat sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan, pengendalian pencemaran, serta perlindungan kesehatan masyarakat,” ujar Kepala DLH Kabupaten Bungo.
Hasil pemantauan ini akan dijadikan acuan untuk menentukan langkah mitigasi jika ditemukan parameter yang melebihi baku mutu. DLH Bungo juga berencana menyediakan informasi publik secara berkala agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara di sekitar mereka.
Program ini merupakan bagian dari komitmen DLH dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bungo. Dengan data yang valid, diharapkan dapat mencegah potensi masalah lingkungan sebelum menjadi lebih besar.
Informasi lengkap mengenai hasil pemantauan kualitas udara, kebisingan, dan program lingkungan lainnya dapat diakses melalui situs resmi DLH Kabupaten Bungo: dlh-bungo.aisyiyahduri.sch.id
DLH Bungo mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah sembarangan, merawat tanaman, serta melaporkan aktivitas yang berpotensi mencemari udara. “Udara bersih, Bungo Sehat,” tegas DLH.
Mari dukung upaya pemantauan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik!
