Poltekkes Tanjung Jabung Timur Kerahkan Dokter dan Spesialis: Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Poltekkes Tanjung Jabung Timur Kerahkan Dokter dan Spesialis: Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menjadi sorotan positif berkat inisiatif sosial yang menggabungkan kekuatan korporasi, profesi medis, dan institusi pendidikan kesehatan. Pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di base camp Geragai, SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang melibatkan ratusan warga setempat. Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk Program Pengabdian Masyarakat (PPM) perusahaan, tetapi juga peringatan 26 tahun berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Yang istimewa, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Tanjung Jabung Timur turut berkontribusi dengan mengerahkan dokter umum dan spesialis dari jaringan alumni serta dosennya, bekerja sama erat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjab Timur. Total, 32 dokter—termasuk 20 umum dan 12 spesialis—dikerahkan untuk melayani 300 warga dari 10 desa di Kecamatan Geragai dan Muara Sabak Barat.



Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung kesehatan masyarakat di daerah terpencil. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, tes gula darah, skrining kolesterol, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan gigi dan mata, serta konsultasi khusus berdasarkan keluhan dan usia peserta. Selain itu, peserta menerima obat-obatan gratis sesuai diagnosis, dengan penekanan pada deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan penglihatan. Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjung Jabung Timur, Dr. Hj. Siti Aisyah, M.Kes, menekankan peran institusinya dalam kegiatan ini. "Poltekkes Tanjab Timur bangga mengerahkan dokter dan spesialis kami untuk mendukung inisiatif SKK Migas. Ini sejalan dengan misi kami sebagai lembaga vokasi untuk menerapkan ilmu kesehatan secara nyata di masyarakat, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) seperti Tanjab Timur," ujarnya. Mahasiswa Poltekkes dari Program Studi Keperawatan dan Teknologi Laboratorium Medis juga terlibat sebagai asisten, memberikan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berharga sambil membantu proses skrining laboratorium cepat.

Wakil Presiden Business Support PetroChina International Jabung Ltd, Alfiani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. "Mari kita terus berkolaborasi demi menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Besar harapan dari kegiatan ini dapat mendukung upaya menjaga kesehatan masyarakat Tanjabtim, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan," katanya, sebagaimana dikutip dari laman https://poltekkestanjungjabungtimur.org. Alfiani juga menyoroti bahwa kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan akses kesehatan, mengurangi biaya pengobatan jangka panjang, dan mendorong gaya hidup sehat—yang secara tidak langsung mendukung produktivitas ekonomi nasional. Sebagai tambahan, PetroChina menyumbangkan 120 kotak susu untuk ibu hamil dan menyusui melalui Dinas Kesehatan setempat, sebagai upaya pencegahan stunting yang masih menjadi isu krusial di Tanjab Timur, di mana prevalensi mencapai 25% menurut data Kemenkes 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, Nasrul Diman, menyambut baik inisiatif ini sebagai jembatan mengatasi kesenjangan akses kesehatan. "Kami sangat mendukung serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tanjung Jabung Timur dapat semakin sehat dan sejahtera. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ungkapnya. Nasrul menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi "Tanjung Jabung Timur Merata", yang bertujuan meredam disparitas kesehatan antarwilayah. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang sejak subuh; seorang ibu bernama Siti (35) dari Desa Geragai berbagi cerita, "Saya jarang ke dokter karena jarak jauh, tapi hari ini bisa cek gula darah gratis dan dapat obat. Terima kasih Poltekkes dan PetroChina!"

Partisipasi Poltekkes Tanjab Timur tidak hanya teknis, tapi juga edukatif. Tim Poltekkes menyisipkan sesi penyuluhan tentang pencegahan penyakit tropis seperti demam berdarah, yang sering mewabah di musim hujan, serta promosi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pelayanan kesehatan di lapangan, sekaligus memperkuat jaringan dengan IDI dan perusahaan migas. Di Tanjab Timur, di mana infrastruktur kesehatan masih terbatas, kegiatan seperti ini krusial untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) 95% pada 2026.

Ke depan, Poltekkes berencana menjadikan kolaborasi ini sebagai model rutin, dengan target melibatkan lebih banyak desa dan integrasi dengan program BPJS Kesehatan. Inisiatif SKK Migas PetroChina, didukung Poltekkes dan IDI, membuktikan bahwa tangan bersatu bisa menciptakan dampak besar: masyarakat sehat, produktif, dan bebas dari beban penyakit. Dengan deteksi dini dan pencegahan, Tanjung Jabung Timur siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita