Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuala Tungkal terus berinovasi dalam mengatasi masalah sampah plastik dengan mengembangkan pembuatan paving block berbahan dasar limbah plastik. Program kreatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah plastik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi yang bermanfaat bagi infrastruktur daerah.
Melalui program ini, sampah plastik yang biasanya sulit terurai kini diolah menjadi bahan baku paving block berkualitas. Proses produksi melibatkan pemilahan, pencacahan, pelelehan, dan pencampuran dengan pasir atau semen. Hasilnya adalah paving block yang kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Kepala DLH Kuala Tungkal menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan solusi konkret mengatasi dua masalah sekaligus.
“Setiap hari kita menghasilkan ton sampah plastik. Dengan mengubahnya menjadi paving block, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tapi juga menciptakan produk yang bisa digunakan untuk trotoar, taman, halaman sekolah, dan area publik. Ini adalah wujud ekonomi sirkular yang nyata,” ujarnya.
Program pengembangan paving block dari sampah plastik ini melibatkan kelompok masyarakat, pemuda, dan pelaku usaha kecil. Selain mengurangi pencemaran, kegiatan ini juga membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya daur ulang.
DLH Kuala Tungkal berencana memperluas produksi dan mendistribusikan paving block hasil daur ulang untuk proyek-proyek pemerintah daerah.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program pembuatan paving block dari sampah plastik dan berbagai kegiatan lingkungan hidup lainnya, silakan kunjungi situs resmi DLH Kuala Tungkal di dlh-kualatungkal.aisyiyahduri.sch.id
Mari dukung inovasi hijau ini dengan memilah sampah plastik di rumah masing-masing. Satu langkah kecil dari kita, bisa menghasilkan perubahan besar bagi lingkungan Kuala Tungkal yang lebih bersih dan indah! ♻️🧱
#PavingBlockDariPlastik #DLHKualaTungkal #EkonomiSirkular #KualaTungkalHijau #DaurUlangSampah
