Poltekkes Pulau Pramuka Sosialisasi Program Wolbachia: Cegah DBD Menuju Zero Case

Poltekkes Pulau Pramuka Sosialisasi Program Wolbachia: Cegah DBD Menuju Zero Case

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, semakin gencar melawan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program inovatif berbasis Wolbachia, bakteri alami yang dapat mengganggu siklus reproduksi nyamuk Aedes aegypti—vektor utama penyakit tersebut. Sosialisasi program ini digelar pada Senin, 15 September 2025, di Gedung Mitra Praja, Jakarta Utara, dan menjadi momen krusial untuk edukasi dan pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agen perubahan. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Pulau Pramuka, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah kepulauan ini, turut berkolaborasi aktif dalam sosialisasi tersebut. Melalui tim dosen dan mahasiswa, Poltekkes Pulau Pramuka memastikan pesan pencegahan DBD meresap ke masyarakat pulau-pulau kecil, di mana akses fasilitas kesehatan terbatas dan genangan air pasca-hujan sering jadi sarang nyamuk.


Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni, yang menekankan urgensi program Wolbachia sebagai solusi berkelanjutan. “Kegiatan sosialisasi ini penting untuk dilakukan sebagai bentuk pencegahan terkait penyebaran penyakit DBD di wilayah Kepulauan Seribu. Harapannya, agar tidak ada lagi kasus di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu,” ujar Aceng Zaeni, seperti dikutip dari https://poltekkespulaupramuka.org. Ia menyoroti bahwa program ini diluncurkan setelah suksesnya implementasi di Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada Oktober 2024, di mana Wolbachia dilepaskan ke alam untuk mengurangi populasi nyamuk pembawa virus dengue. Kepulauan Seribu, dengan luas wilayah 1.708 km² dan 344 pulau, rentan terhadap DBD karena keterbatasan drainase dan kepadatan penduduk di pulau utama seperti Pramuka dan Tidung. Acara ini dihadiri puluhan ASN, yang diharapkan menjadi penyiar pesan utama ke masyarakat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, drg. Wenny Ichwaniah, menjelaskan mekanisme Wolbachia sebagai metode biologis yang aman dan ramah lingkungan. “Kabupaten Kepulauan Seribu menyiapkan langkah melalui Wolbachia yang diharapkan bisa menekan penyebaran DBD,” katanya. Bakteri Wolbachia, yang secara alami menginfeksi nyamuk, mengganggu kemampuan virus dengue bereproduksi di dalam tubuh nyamuk, sehingga mengurangi transmisi penyakit hingga 70 persen berdasarkan uji coba di Australia dan Indonesia. Program ini selaras dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025 dari Kementerian Kesehatan, yang menargetkan penurunan insidensi DBD di bawah 50 per 100.000 penduduk pada 2025. Di Jakarta, kasus DBD Januari–Maret 2025 mencapai 1.416 kasus, turun dari 1.729 kasus periode sama 2024, menunjukkan efektivitas intervensi seperti Wolbachia di Kembangan dengan incidence rate 54,1 per 100.000 pada 2023.

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Pulau Pramuka, yang berbasis di Pulau Pramuka sebagai pusat administrasi kepulauan, memainkan peran krusial dalam sosialisasi ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes tidak hanya mendukung acara, tapi juga terlibat langsung melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan. Direktur Poltekkes Pulau Pramuka, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa lembaga ini siap jadi mitra utama Pemkab Kepulauan Seribu. “Sosialisasi Wolbachia adalah terobosan. Mahasiswa kami turun ke 10 pulau prioritas untuk edukasi 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus Menabur larvasida) dan pemantauan pelepasan nyamuk Wolbachia. Di kepulauan, di mana drainase sulit, metode biologis ini lebih efektif daripada fumigasi kimia,” jelas Dr. Siti. Poltekkes juga sediakan layanan skrining DBD gratis di kampus, mendeteksi 50 kasus positif sejak Juli 2025 untuk rujukan cepat ke puskesmas.

Keberhasilan program ini diharapkan jadi model nasional. Di Kepulauan Seribu, dengan 7.000 penduduk di pulau berpenghuni, pencegahan DBD krusial untuk pariwisata dan kesehatan masyarakat. Dengan sosialisasi Poltekkes Pulau Pramuka, warga bukan lagi korban nyamuk, tapi pelopor pencegahan—untuk kepulauan sehat dan lestari.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita