Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seruyan kembali menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tim DLH Seruyan berhasil mengevakuasi limbah medis yang ditemukan mengapung di saluran irigasi wilayah setempat, mencegah potensi pencemaran yang lebih luas dan membahayakan masyarakat.
Aksi evakuasi ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang melihat limbah medis berupa jarum suntik bekas, sarung tangan medis, botol infus, dan limbah infeksius lainnya terbawa arus air irigasi. Tim DLH dibantu petugas kebersihan dan aparat desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengangkatan, pengemasan sesuai standar limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta pengangkutan ke tempat pemusnahan yang aman.
Kepala DLH Seruyan menyatakan bahwa penanganan limbah medis merupakan prioritas utama pihaknya. “Limbah medis yang tidak ditangani dengan benar dapat menjadi sumber penyakit berbahaya dan mencemari air irigasi yang digunakan untuk pertanian serta kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Selama operasi, DLH Seruyan juga melakukan sosialisasi kepada warga sekitar tentang pentingnya pengelolaan limbah medis dari rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya. Masyarakat diajak untuk melaporkan setiap temuan limbah mencurigakan agar bisa ditangani cepat.
Aksi ini merupakan bagian dari program rutin pengawasan dan penanganan limbah B3 DLH Seruyan sepanjang tahun 2026. Dengan respons cepat ini, risiko pencemaran air dan penyebaran penyakit dapat diminimalisir.
Bagi masyarakat Kabupaten Seruyan yang ingin melaporkan temuan limbah, pengaduan lingkungan, atau mengakses informasi layanan DLH lainnya, silakan kunjungi Portal Layanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seruyan melalui tautan: dlhseruyan.aisyiyahduri.sch.id
Mari dukung DLH Seruyan dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Laporkan setiap pelanggaran lingkungan demi Seruyan yang lebih hijau! 🌿
.jpg)