Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamandau terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam. Kali ini, DLH Lamandau memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat program penghijauan di kawasan hutan kritis yang tersebar di wilayah Kabupaten Lamandau.
Program penghijauan ini melibatkan kolaborasi dengan Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, kelompok tani hutan, serta organisasi lingkungan. Ribuan bibit pohon endemik Kalimantan seperti Meranti, Ulin, Tengkawang, dan berbagai jenis tanaman penghijauan lainnya telah disiapkan untuk ditanam di lahan-lahan kritis akibat penebangan liar dan kebakaran hutan di masa lalu.
Kepala DLH Lamandau menyatakan bahwa penghijauan bukan hanya soal menanam pohon, melainkan upaya pemulihan ekosistem secara menyeluruh. “Kami memperkuat sinergi agar program ini berjalan efektif, melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Hutan yang sehat berarti masa depan yang lebih baik bagi warga Lamandau,” ujarnya.
Selain penanaman massal, DLH Lamandau juga melakukan pemantauan rutin, pembuatan sekat bakar, dan pembinaan kelompok tani hutan. Program ini diharapkan dapat mengurangi erosi, menjaga kualitas air, serta meningkatkan biodiversitas di kawasan hutan kritis.
Aksi penghijauan ini sejalan dengan target Pemkab Lamandau dalam mendukung program nasional rehabilitasi hutan dan lahan tahun 2026.
Masyarakat Kabupaten Lamandau yang ingin berpartisipasi dalam program penghijauan, melaporkan kerusakan hutan, atau mengakses informasi layanan lingkungan lainnya dapat mengunjungi Portal Layanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamandau melalui tautan: dlhlamandau.aisyiyahduri.sch.id
Mari bersama mendukung upaya DLH Lamandau. Tanam pohon, jaga hutan, untuk Lamandau yang hijau dan lestari! 🌳
.jpg)