Poltekkes Purwakarta Soroti Lonjakan Kasus Stunting: Ratusan Balita Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Preventif

Poltekkes Purwakarta Soroti Lonjakan Kasus Stunting: Ratusan Balita Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Preventif

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, menghadapi tantangan serius akibat lonjakan kasus stunting pada balita, yang mencapai peningkatan signifikan dari 137 kasus pada September 2024 menjadi 175 kasus pada Mei 2025—naik lebih dari 27 persen. Lonjakan ini, yang dipicu oleh pola asuh, pola makan, dan pola hidup yang belum optimal, menjadi sorotan tajam dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Purwakarta. Sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, Poltekkes menyatakan keprihatinan mendalam atas tren ini dan mendukung upaya pemerintah kecamatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan preventif bagi 175 balita terindikasi. Direktur Poltekkes Purwakarta, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah fisik, tapi juga ancaman jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). “Lonjakan 27 persen ini alarm bagi kami. Stunting menghambat perkembangan otak anak, menurunkan IQ hingga 10 poin, dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa. Kami siap dukung deteksi dini melalui pelatihan mahasiswa dan edukasi orang tua,” ujar Dr. Siti.


Pemeriksaan kesehatan preventif ini digelar di Kantor Kecamatan Purwakarta, bekerja sama dengan tim medis dan kader Posyandu setempat. Camat Purwakarta, Aan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif untuk mendeteksi gejala stunting sejak dini dan mencegah peningkatan lebih lanjut. “Ada peningkatan signifikan dibanding tahun lalu. Maka kami tekankan peran aktif semua pihak, terutama orang tua, untuk perbaiki pola asuh dan pola makan anak,” ujar Aan kepada https://poltekkespurwakarta.id pada Selasa (12/8/2025). Ia menambahkan bahwa upaya ini melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah kecamatan untuk edukasi dan penyuluhan di setiap kelurahan dan desa. Target penurunan kasus secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan diharapkan tercapai melalui langkah-langkah preventif ini.

Poltekkes Kemenkes Purwakarta memainkan peran strategis dalam mendukung program ini. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes telah melibatkan 50 mahasiswa Jurusan Gizi dan Kesehatan Masyarakat melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi pemeriksaan dan edukasi. Dr. Siti Nurhaliza menyoroti kontribusi lembaga ini. “Mahasiswa kami turun langsung lakukan screening antropometri balita dan konseling orang tua tentang pemberian makanan bergizi lokal seperti ikan patin dan sayur bayam. Ini selaras dengan Tri Dharma kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Lonjakan stunting ini dipicu malnutrisi kronis, jadi pencegahan dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya. Poltekkes juga sediakan layanan skrining gratis di kampus, mendeteksi 100 kasus risiko stunting sejak Juli 2025 untuk rujukan ke posyandu.

Pemeriksaan ini disambut positif oleh masyarakat. Rahmawati, salah satu warga, berbagi cerita. “Saya sengaja datang bawa anak untuk diperiksa. Kegiatan ini sangat membantu orang tua seperti saya, karena bisa tahu kondisi anak sejak dini,” katanya. Upaya kolaboratif ini diharapkan jadi model replikasi di kecamatan lain Purwakarta, di mana stunting masih 25 persen. Dengan sorotan Poltekkes Purwakarta, lonjakan kasus bukan lagi momok, tapi peluang edukasi—untuk Purwakarta sehat dan generasi emas cerdas.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita