Serah terima sertifikat dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di ruang rapat Bappeda Purwakarta. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Elitasari Kusuma Wardani, menerima penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. “Kami sangat bangga Kabupaten Purwakarta telah dinyatakan bebas dari penyakit frambusia. Kami berharap seluruh masyarakat Purwakarta terus menjaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit menular,” ujarnya, seperti dikutip dari https://poltekkespurwakartakab.org. Ia menambahkan bahwa sertifikat ini diharapkan membawa manfaat besar dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Purwakarta. Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan atas dukungan dan penghargaan tersebut, serta mengarahkan Dinas Kesehatan Purwakarta untuk terus melakukan fungsi pengawasan dan memanfaatkan sertifikat ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Elitasari Kusuma Wardani menjelaskan bahwa frambusia adalah infeksi bakteri kronis yang menyerang kulit, tulang, dan sendi. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung Dinas Kesehatan dalam mengatasi frambusia di Purwakarta, dan menargetkan penerimaan sertifikat bebas kusta dan filariasis pada tahun depan. Frambusia, yang disebabkan oleh bakteri Treponema pertenue, menular melalui kontak kulit dan sering ditemukan di daerah tropis lembab dengan sanitasi buruk. Keberhasilan Purwakarta ini lahir dari surveilans aktif, pemberian obat pencegahan massal (POPM), dan promosi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang berhasil memutus rantai penularan selama lima tahun.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Purwakarta, yang berlokasi strategis di pusat kabupaten, memainkan peran krusial dalam mendukung upaya pencegahan. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes telah melibatkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi sosialisasi PHBS di 20 desa prioritas. Dr. Siti Nurhaliza menyatakan, “Sertifikat bebas frambusia ini apresiasi luar biasa bagi kami. Mahasiswa kami turun lapangan edukasi warga tentang pencegahan kontak kulit dan pembersihan lingkungan, yang terbukti efektif. Ini selaras dengan Tri Dharma kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Ke depan, kami siap dukung target bebas kusta dan filariasis dengan riset surveilans lokal.”
Prestasi ini mencerminkan sinergi lintas sektor di Purwakarta, di mana Dinas Kesehatan, Bappeda, dan Poltekkes bekerja sama erat. Dengan populasi 1,1 juta jiwa dan tantangan sanitasi di kawasan industri, keberhasilan ini menjadi model replikasi untuk kabupaten lain di Jawa Barat. Sertifikat bebas frambusia bukan akhir, tapi awal dari era kesehatan lingkungan unggul—untuk Purwakarta sehat dan mandiri.
