Poltekkes Bekasi Kab Apresiasi Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan: Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif

Poltekkes Bekasi Kab Apresiasi Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan: Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, menjadi saksi nyata semangat kemanusiaan melalui pelaksanaan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi pada Selasa, 26 Agustus 2025. Acara ini, yang diadakan di Aula ST Burhanuddin Lantai 3, Kantor Kejari Bekasi, Cikarang Pusat, menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-80. Dengan target 150 kantong darah, kegiatan ini berhasil melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk unsur Forkopimda, TNI-Polri, Pengadilan Agama Cikarang, DPRD Kabupaten Bekasi, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bekasi, sebagai lembaga pendidikan vokasi kesehatan terdepan di wilayah ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini, yang tidak hanya meningkatkan stok darah tapi juga memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat.


Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, membuka acara dengan penuh semangat. “Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini, khususnya dari pihak TNI dan Polri serta pegawai Pemda, yang sangat antusias mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Disamping untuk kemanusiaan, Donor Darah juga memberikan dampak kesehatan bagi pribadi para pendonor,” ujar Eddy Sumarman, seperti dikutip dari https://poltekkesbekasikab.org. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi aksi nyata untuk mendukung stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, yang sering kekurangan pasokan di tengah lonjakan kebutuhan medis. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi sebagai fasilitator utama, memastikan proses donor dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan aman.

Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bekasi, yang berbasis di Cikarang, menyambut baik acara ini sebagai contoh sinergi yang memperkaya pengabdian masyarakat. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes Bekasi telah melibatkan 50 mahasiswa Jurusan Keperawatan dan Teknologi Laboratorium Medis melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi pemeriksaan kesehatan gratis. Direktur Poltekkes Bekasi, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif Kejari. “Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Mahasiswa kami belajar langsung bagaimana kolaborasi lintas sektor tingkatkan stok darah dan akses kesehatan, sekaligus edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) bagi pendonor. Di Bekasi, di mana permintaan darah tinggi akibat kecelakaan industri, program ini jadi penyelamat nyawa,” jelas Dr. Siti.

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan mencakup skrining tensi darah, gula darah, dan hemoglobin, yang krusial untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, turut menyampaikan dukungan Pemkab. “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa dengan adanya kegiatan donor darah ini, artinya Kabupaten Bekasi punya stok darah yang lebih banyak lagi. Karena banyak warga masyarakat yang membutuhkan ketersediaan darah, baik yang ada di Kabupaten Bekasi maupun di luar,” katanya. Dukungan Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi memastikan kelancaran acara, dengan tim medis siaga untuk screening pendonor dan penanganan darurat.

Dampak kegiatan ini langsung terasa: stok darah PMI Bekasi bertambah signifikan, dan ratusan warga mendapat pemeriksaan gratis yang mendeteksi 20 persen kasus hipertensi ringan untuk rujukan lanjutan. Kejari Bekasi berencana jadikan acara ini agenda tahunan, terintegrasi dengan edukasi anti-stigma donor darah. Poltekkes Bekasi berencana perluas kolaborasi dengan workshop bulanan untuk 300 mahasiswa pada 2026, fokus pada manfaat donor darah bagi kesehatan pribadi. Di Bekasi, kolaborasi seperti ini bukan hanya acara, tapi gerakan kemanusiaan—untuk masyarakat sehat dan siap hadapi tantangan kesehatan masa depan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita