Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, membuka acara dengan penuh semangat. “Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini, khususnya dari pihak TNI dan Polri serta pegawai Pemda, yang sangat antusias mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Disamping untuk kemanusiaan, Donor Darah juga memberikan dampak kesehatan bagi pribadi para pendonor,” ujar Eddy Sumarman, seperti dikutip dari https://poltekkesbekasikab.org. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi aksi nyata untuk mendukung stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, yang sering kekurangan pasokan di tengah lonjakan kebutuhan medis. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi sebagai fasilitator utama, memastikan proses donor dan pemeriksaan kesehatan berjalan lancar dan aman.
Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Bekasi, yang berbasis di Cikarang, menyambut baik acara ini sebagai contoh sinergi yang memperkaya pengabdian masyarakat. Sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Poltekkes Bekasi telah melibatkan 50 mahasiswa Jurusan Keperawatan dan Teknologi Laboratorium Medis melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi pemeriksaan kesehatan gratis. Direktur Poltekkes Bekasi, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif Kejari. “Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi kami: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Mahasiswa kami belajar langsung bagaimana kolaborasi lintas sektor tingkatkan stok darah dan akses kesehatan, sekaligus edukasi PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) bagi pendonor. Di Bekasi, di mana permintaan darah tinggi akibat kecelakaan industri, program ini jadi penyelamat nyawa,” jelas Dr. Siti.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan mencakup skrining tensi darah, gula darah, dan hemoglobin, yang krusial untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, turut menyampaikan dukungan Pemkab. “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa dengan adanya kegiatan donor darah ini, artinya Kabupaten Bekasi punya stok darah yang lebih banyak lagi. Karena banyak warga masyarakat yang membutuhkan ketersediaan darah, baik yang ada di Kabupaten Bekasi maupun di luar,” katanya. Dukungan Dinas Kesehatan Pemkab Bekasi memastikan kelancaran acara, dengan tim medis siaga untuk screening pendonor dan penanganan darurat.
Dampak kegiatan ini langsung terasa: stok darah PMI Bekasi bertambah signifikan, dan ratusan warga mendapat pemeriksaan gratis yang mendeteksi 20 persen kasus hipertensi ringan untuk rujukan lanjutan. Kejari Bekasi berencana jadikan acara ini agenda tahunan, terintegrasi dengan edukasi anti-stigma donor darah. Poltekkes Bekasi berencana perluas kolaborasi dengan workshop bulanan untuk 300 mahasiswa pada 2026, fokus pada manfaat donor darah bagi kesehatan pribadi. Di Bekasi, kolaborasi seperti ini bukan hanya acara, tapi gerakan kemanusiaan—untuk masyarakat sehat dan siap hadapi tantangan kesehatan masa depan.
