Kegiatan dipimpin oleh dosen pembimbing Bdn. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, bersama tim mahasiswa yang telah terlatih khusus. Materi edukasi mencakup manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, mitos-mitos seputar ASI, serta cara mengatasi kendala awal menyusui seperti puting lecet dan produksi ASI kurang. “Banyak ibu hamil masih percaya mitos bahwa susu formula lebih baik atau ASI harus ditunda sampai ‘keluar yang kuning’. Padahal, kolostrum adalah vaksin alami pertama bagi bayi,” ujar Bdn. Siti Nurhaliza, seperti dikutip dari https://poltekkes-medankota.org. Ia menambahkan bahwa edukasi ini sangat penting karena cakupan ASI eksklusif di Simalungun masih di bawah 60 persen, jauh dari target nasional 80 persen pada 2025.
Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Poltekkes Medan Kampus Pematangsiantar tidak hanya menyampaikan teori, tapi juga praktik langsung. Mereka mendemonstrasikan posisi menyusui yang benar menggunakan boneka bayi, teknik perawatan payudara, serta simulasi pompa ASI manual untuk ibu bekerja. Setiap ibu hamil juga mendapat buku catatan menyusui dan leaflet berisi jadwal pemberian ASI serta makanan pendukung laktasi seperti daun katuk dan kacang hijau. “Kami ajak ibu hamil buat komitmen tertulis bahwa mereka akan berikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Ini bagian dari PKL kami agar ilmu langsung bermanfaat,” kata salah satu mahasiswa, Nurul Aini.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari kader posyandu dan warga Desa Nagori Dolok. Seorang kader, Ibu Siti Aminah, menyatakan, “Biasanya ibu-ibu langsung kasih sufor karena takut ASI kurang. Setelah edukasi dari mahasiswa Poltekkes, sekarang mereka lebih percaya diri untuk menyusui eksklusif.” Dampak awal terlihat: 90 persen peserta berkomitmen memberikan ASI eksklusif, dan 25 ibu hamil mendaftar untuk pendampingan lanjutan oleh mahasiswa Poltekkes hingga masa nifas.
Poltekkes Kemenkes Medan Kampus Pematangsiantar, sebagai politeknik vokasi kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, membuktikan peran strategisnya dalam pengabdian masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan, Poltekkes tidak hanya mencetak bidan kompeten, tapi juga terlibat langsung dalam program nasional penurunan stunting melalui edukasi ASI eksklusif. Direktur Poltekkes Medan, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan bahwa kegiatan ini akan diperluas ke 10 desa prioritas pada 2026. “Edukasi ASI eksklusif adalah investasi generasi. Dengan mahasiswa kami turun langsung, kami wujudkan Indonesia Sehat dimulai dari Pematangsiantar,” pungkasnya.
Dengan edukasi ini, Poltekkes Medan bukan hanya sekolah kebidanan, tapi mitra masyarakat untuk generasi emas bebas stunting—untuk Sumatera Utara yang lebih sehat.
.jpg)