Acara pembukaan dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Kepala Dinkes Kota Bogor, drg. Retno Dumilah, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Dr. dr. Hj. Endah Widaningsih, M.Kes. Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini, menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “PKL ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus membantu kami mewujudkan kota sehat,” ujar Dedie, seperti dikutip dari situs https://poltekkesbogorkab.org. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, terutama di tengah tantangan urban seperti kepadatan penduduk dan polusi.
PKL Terpadu ini berfokus pada upaya promotif dan preventif, seperti edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, dan peningkatan kesadaran lingkungan sehat di tingkat kelurahan. Mahasiswa Poltekkes Bogor, didampingi dosen pembimbing dan tenaga kesehatan puskesmas, turun langsung ke masyarakat untuk memberikan layanan yang merata. Kepala Dinkes Kota Bogor, drg. Retno Dumilah, menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa sangat membantu memperkuat pelayanan di tingkat komunitas. “Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk mendukung program kesehatan yang berkelanjutan,” katanya. Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Dr. Endah Widaningsih, menegaskan bahwa PKL ini bukan hanya bagian dari kurikulum, tapi juga sarana membentuk karakter mahasiswa sebagai tenaga kesehatan yang profesional dan peduli masyarakat. “Melalui PKL, mahasiswa belajar beradaptasi dengan dinamika lapangan dan berkontribusi langsung bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesehatan vokasi seperti Poltekkes Bogor dapat menjadi jembatan antara teori dan praktik. Di Kota Bogor, dengan populasi lebih dari 1 juta jiwa, PKL Terpadu ini menjangkau 30 kelurahan, fokus pada isu prioritas seperti pencegahan stunting, imunisasi anak, dan pengelolaan limbah rumah tangga. Mahasiswa tidak hanya memberikan layanan, tapi juga melakukan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang krusial untuk mencegah penyakit menular di kawasan urban. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat hingga 40 persen di kelurahan sasaran, dengan ratusan warga menerima pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis.
Ke depan, Poltekkes Bogor berencana memperluas kolaborasi dengan Dinkes Kota Bogor melalui program KKN tematik, di mana mahasiswa akan terlibat lebih dalam dalam penelitian lokal tentang kesehatan masyarakat. Direktur Endah Widaningsih optimis, “PKL Terpadu ini akan menjadi model untuk kabupaten/kota lain di Jawa Barat.” Dengan sinergi seperti ini, Bogor bukan hanya kota wisata, tapi juga kota sehat yang siap hadapi tantangan kesehatan masa depan.
