Politeknik Kesehatan Kemenkes Kota Putussibau (Poltekkes Kota Putussibau) aktif mendampingi ibu-ibu dan kader Posyandu dalam pengolahan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) berbasis Kerang Laut. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan potensi sumber daya laut lokal sebagai bahan pangan bergizi tinggi untuk mendukung pertumbuhan optimal bayi dan balita sekaligus mencegah stunting.
Dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekkes Kota Putussibau memberikan pelatihan praktis mulai dari pemilihan bahan, pengolahan yang higienis, hingga pengemasan MPASI kerang laut yang aman dan menarik bagi anak.
Manfaat MPASI Kerang Laut
Kerang laut kaya akan protein, zat besi, zinc, dan omega-3 yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak. Melalui pendampingan ini, masyarakat diajarkan:
- Cara mengolah kerang laut menjadi bubur MPASI yang lezat dan bergizi
- Teknik pengolahan yang menjaga kandungan nutrisi
- Variasi resep MPASI sesuai usia bayi
- Higiene dan keamanan pangan dalam proses produksi
- Diversifikasi pangan lokal untuk mengatasi masalah gizi
“Kami mendampingi ibu-ibu agar dapat mandiri membuat MPASI berkualitas dari bahan lokal. Kerang laut adalah kekayaan laut Kapuas Hulu yang sangat potensial untuk meningkatkan status gizi anak,” ujar salah satu dosen pembimbing kegiatan.
Dukungan Nyata terhadap Pencegahan Stunting
Program ini merupakan bagian dari upaya Poltekkes Kota Putussibau dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif. Dengan MPASI berbasis kerang laut, diharapkan anak-anak di Kota Putussibau mendapatkan asupan nutrisi yang lebih baik.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Poltekkes Kota Putussibau dapat diakses melalui situs resmi poltekkeskotaputussibau.org
Diharapkan kegiatan pendampingan pengolahan MPASI kerang laut ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan generasi mendatang di Putussibau.
MPASI bergizi dari laut, wujudkan anak sehat dan cerdas!
