Politeknik Kesehatan Kemenkes Kota Ujoh Bilang (Poltekkes Kota Ujoh Bilang) terus berinovasi dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting. Kali ini, dosen dan mahasiswa mengembangkan berbagai minuman tradisional berbasis bahan lokal yang kaya nutrisi sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada balita.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan penelitian dan pengolahan bahan-bahan tradisional seperti jahe, kunyit, temulawak, daun kelor, dan buah-buahan lokal menjadi minuman fungsional yang enak, murah, dan memiliki kandungan gizi tinggi untuk mendukung pertumbuhan anak.
Inovasi Minuman Anti Stunting
Tim Poltekkes Kota Ujoh Bilang berhasil meracik beberapa varian minuman, di antaranya:
- Minuman kunyit asam jahe
- Sari daun kelor dengan madu
- Infused water herbal lokal
- Minuman temulawak dan kayu manis
Semua formula telah melalui uji laboratorium sederhana untuk memastikan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung peningkatan imunitas serta pencegahan kekurangan gizi kronis.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kota Ujoh Bilang menyatakan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal ini lebih mudah diterima masyarakat. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mengonsumsi obat atau suplemen, tetapi juga memanfaatkan kekayaan alam sekitar untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diikuti dengan sosialisasi dan pelatihan kepada kader posyandu serta ibu-ibu rumah tangga tentang cara pembuatan dan manfaat minuman tradisional tersebut.
Diharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam menekan angka stunting di wilayah Ujoh Bilang dan sekitarnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan Poltekkes Kota Ujoh Bilang, silakan kunjungi situs resmi mereka di poltekkeskotaujohbilang.org
Poltekkes Kota Ujoh Bilang – Berkarya untuk Generasi Sehat Indonesia Bebas Stunting.
