Politeknik Kesehatan Kemenkes Kabupaten Nunukan (Poltekkes Kab Nunukan) terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam upaya menurunkan angka stunting. Sinergitas ini menjadi bagian penting dari program percepatan penurunan stunting yang sedang digalakkan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Melalui mahasiswa dan dosen Program Studi Keperawatan serta program kesehatan lainnya, Poltekkes Nunukan aktif terlibat dalam kegiatan edukasi gizi, posyandu, penyuluhan kesehatan ibu dan anak, serta pendampingan keluarga berisiko stunting. Kerja sama ini selaras dengan program pemerintah daerah seperti Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting dan Program Genting yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Angka stunting di Kabupaten Nunukan menunjukkan tren positif. Dari 30,5% pada 2023, berhasil turun signifikan menjadi sekitar 15,8% pada 2024. Kolaborasi lintas sektor dengan institusi pendidikan kesehatan seperti Poltekkes menjadi kunci keberhasilan, karena menghadirkan tenaga kesehatan terlatih dan program berbasis ilmiah.
Rektor Poltekkes Kabupaten Nunukan menyatakan bahwa mahasiswa dilibatkan langsung dalam kegiatan lapangan, mulai dari survei, konseling gizi, hingga monitoring tumbuh kembang anak. “Sinergi dengan Pemkab Nunukan bukan hanya mempercepat penurunan stunting, tetapi juga meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Nunukan pun mengapresiasi peran Poltekkes sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Nunukan bebas stunting. Berbagai kegiatan bersama seperti kampanye GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan) untuk cegah stunting juga melibatkan civitas akademika Poltekkes.
Sinergitas ini diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui penelitian bersama, pelatihan kader kesehatan, dan program pengabdian masyarakat yang lebih masif.
Sumber resmi: poltekkeskabnunukan.org
