Poltekkes Kemenkes Jakarta Utara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jakarta Utara meluncurkan inovasi digital untuk memperkuat pencegahan stunting pada remaja. Program ini memanfaatkan aplikasi REMILA (Remaja Milenial Sehat) sebagai platform edukasi dan pemantauan kesehatan reproduksi serta gizi remaja.
Melalui aplikasi REMILA, remaja dapat mengakses materi edukasi interaktif seputar nutrisi, kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, dan pola hidup sehat. Fitur-fitur unggulan meliputi konsultasi daring dengan mahasiswa dan dosen Poltekkes, pencatatan asupan gizi, serta reminder skrining kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak remaja di Jakarta Utara, terutama di wilayah padat penduduk dan rawan stunting.
Baca informasi resmi dan update terkini Poltekkes Kemenkes Jakarta Utara di: poltekkesjakartautara.org
Kepala Poltekkes Jakarta Utara menyatakan bahwa pendekatan digital ini sangat relevan dengan karakter generasi Z dan milenial yang lebih aktif menggunakan gadget. “Aplikasi REMILA bukan hanya alat edukasi, tapi juga menjadi early warning system untuk mendeteksi risiko stunting sejak usia remaja,” ujarnya.
Dinkes Kota Jakarta Utara menyambut positif kolaborasi ini karena dapat memperkuat program pencegahan stunting berbasis data dan teknologi. Mahasiswa Poltekkes Jakarta Utara terlibat aktif sebagai kontributor konten, fasilitator edukasi, dan pengembang fitur aplikasi.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Poltekkes Jakarta Utara dalam mendukung target nasional penurunan stunting melalui inovasi berbasis teknologi dan keterlibatan pemuda.
