Tragedi ini menjadi sorotan tajam dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Sungai Raya, yang menyesalkan kejadian tersebut sebagai bentuk kegagalan sistem pendukung kesehatan mental di masyarakat. Direktur Poltekkes Sungai Raya, Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.Kes, menyatakan keprihatinan mendalam. “Kami sangat menyesalkan aksi bunuh diri ini, yang diduga dipicu frustrasi karena sakit kronis. Kasus seperti TM mengingatkan kita bahwa depresi akibat penyakit jangka panjang sering kali terabaikan, terutama di wilayah seperti Kubu Raya di mana akses layanan kesehatan mental masih terbatas,” ujar Dr. Siti. Ia menambahkan bahwa Poltekkes Sungai Raya siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam program pencegahan, termasuk edukasi dan skrining dini depresi di kelompok rentan seperti penderita diabetes dan stroke.
Depresi akibat penyakit kronis bukanlah hal baru di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 15% penderita diabetes mengalami depresi berat, yang jika tidak ditangani bisa berujung pada pemikiran bunuh diri. Di Kubu Raya, di mana populasi lansia dan penderita penyakit tidak menular meningkat, kasus seperti TM menjadi peringatan. Poltekkes Sungai Raya, melalui Jurusan Keperawatan dan Kesehatan Jiwa, telah meluncurkan program “Jiwa Sehat Kubu Raya” sejak Oktober 2025. Program ini melibatkan 100 mahasiswa dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk mendampingi pasien kronis di puskesmas dan desa-desa. “Kami ajarkan keluarga cara mendeteksi gejala depresi dini, seperti kehilangan minat hidup, insomnia, atau penurunan nafsu makan. Deteksi awal bisa selamatkan nyawa,” tambah Dr. Siti.
Poltekkes juga mendorong integrasi layanan kesehatan mental ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), agar penderita seperti TM bisa mendapat konseling gratis. Di wilayah seperti Sungai Raya, di mana akses ke psikolog terbatas, Poltekkes siap latih kader desa menjadi “Pendengar Setia” untuk dukungan emosional. “Bunuh diri bukan solusi. Dengan pendampingan medis dan sosial, frustrasi karena sakit bisa dikelola,” tegas Ns. Rina Sari, dosen Poltekkes Sungai Raya.
Kasus TM mengingatkan kita pada pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat. Poltekkes Sungai Raya menyerukan semua pihak—pemerintah, tokoh agama, dan keluarga—untuk waspada dan bertindak. Dengan edukasi dan intervensi dini, tragedi seperti ini bisa dicegah. Kubu Raya sehat dimulai dari jiwa yang kuat—mari bersama lindungi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit kronis.
