Menlu Respons Rencana Prabowo Evakuasi 1.000 Warga Palestina ke Indonesia

Menlu Respons Rencana Prabowo Evakuasi 1.000 Warga Palestina ke Indonesia

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Menlu Respons Rencana Prabowo Evakuasi 1.000 Warga Palestina ke Indonesia

GELORA.CO - 
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi merespons rencana Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto untuk mengevakuasi 1.000 warga Palestina ke rumah sakit di Indonesia.

Menurut Menlu rencana evakuasi warga Palestina tersebut sedang dikoordinasikan oleh pemerintah. 

"Kita juga sedang koordinasikan semuanya," katanya, saat ditanyai awak media usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, pada Rabu (5/6/2024). 

Saat ditanyai keterlibatan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam rencana tersebut, Retno mengatakan tentu saja terlibat. Pasalnya, Kemlu menjadi koordinator dari hubungan luar negeri. 

"Ya pastinya kami akan terlibat, semua kan Kementerian Luar Negeri by law, kami adalah koordinator dari hubungan luar negeri," ucapnya. 

Retno menjelaskan koordinasi terkait rencana serupa, termasuk bantuan luar negeri, biasanya dikoordinasikan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI. Dia mendaku bahwa Kemlu dan kementerian terkait lainnya pasti akan terlibat dalam koordinasi bantuan tersebut. 

Seperti diketahui, Menhan RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia siap mengevakuasi 1.000 warga Palestina ke rumah sakit di Indonesia.

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia akan terus berupaya untuk memberikan bantuan ke Gaza, Palestina. 

“Kami siap segera mengirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza dengan persetujuan semua pihak," katanya, dalam keterangan, Minggu (2/6/2024).

Selain itu dia juga mengatakan bahwa Indonesia juga bersedia mengevakuasi warga Palestina yang terluka dan yang membutuhkan perawatan di rumah sakit di Indonesia. 

"Kami bersedia mengevakuasi hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika situasi memungkinkan,” tambahnya.

Sumber: bisnis
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita