Sosok Kapolres dan Kasatlantas Manado Terancam Dicopot dari Jabatannya Terkait Kematian Brigadir RAT

Sosok Kapolres dan Kasatlantas Manado Terancam Dicopot dari Jabatannya Terkait Kematian Brigadir RAT

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo buka suara soal kasus tewasnya seorang polisi Brigadir Ridhal Ali Tomi atau RAT, anggota Polresta Manado, Polda Sulawesi Utara, di rumah seorang pengusaha di Jakarta.

Kapolri menyampaikan kemungkinan pihaknya untuk membuka kembali kasus kematian Brigadir RAT tersebut meski sebelumnya penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Listyo mengatakan penyidik kepolisian harus sudah bisa menjawab apakah kasus tersebut akan dibuka kembali atau tidak. Karena itu  perlu dibahas lebih lanjut dalam rapat.

"Tentunya dengan hal-hal yang sifatnya tambahan tentunya akan dirapatkan apakah perlu atau tidak dibuka kembali. Namun, yang utama adalah peristiwa yang terjadi, motifnya yang sedang didalami," ucap Jenderal Listyo Sigit usai meninjau pengamanan Hari Buruh di Stadion Madia GBK, Jakarta, Rabu (1/5/2024).

Kapolres dan Kasatlantas Manado Diperiksa

Kapolda Polda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Yudhiawan telah memerintahkan agar Kapolresta Manado dan Kasat Lantas Polresta Manado diperiksa buntut kasus tewasnya Brigadir Ridhal Ali Tomi alias RAT di Jakarta.

Polda Sulawesi Utara menyatakan Brigadir RATY menjadi ajudan seorang pengusaha di Jakarta sejak 2021 atau tiga tahun lalu berdasarkan saksi-saksi yang telah diperiksa.

"Memang yang bersangkutan sudah sejak akhir 2021 sudah menjadi ajudan atau driver dari salah satu pengusaha di Jakarta," kata Kabid Humas Polda Sulut Michael Irwan Thamsil.

Menurut Thamsil, Brigadir RAT selama itu tidak memiliki izin tugas di Jakarta. 


"Jadi tanpa sepengetahuan dari pimpinan atau kasatkernya di Polresta Manado," jelasnya.

Terancam Dicopot

Kapolresta Manado Kombes Julianto Sirait dan Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Yulfa Irawati disebut terancam dicopot dari jabatannya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.

"Ini sanksinya tidak berat, ya. Sanksinya paling kalau terbukti pencopotan dari jabatan saja," katanya kepada Tribunnews.com, Selasa (30/4/2024).

Sugeng juga menilai pemeriksaan oleh Propam Polda Sulawesi Utara terhadap Kombes Julianto dan Kompol Kompol Yulfa Irawati tidak berkaitan dengan tewasnya Brigadir RAT di Mampang, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan pemeriksaan kepada mereka hanya soal kode etik sebagai anggota Korps Bhayangkara.

"Pemeriksaan Propam terhadap Kapolres Manado dan Kasatlantas tidak terhambat dengan meninggalnya Bripda RAT. Pemeriksaan terhadap Kombes Julianto dan Kasat Lantas terkait dengan kode etik Polri, apakah seorang pimpinan melakukan pengawasan terhadap anak buahnya,' tutur Sugeng.

Profil Kapolresta Manado Kombes Julianto Sirait

Kombes Pol Julianto Sirait lahir pada 1 Juli 1978.

Dilansir TribunnewsWiki.com, Kombes Pol Julianto Sirait lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999 yang berpengalaman di bidang reserse.

Dia kemudian  melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 2005.

Setahun kemudian dia lulus dari Universitas Bhayangkara Jaya.

Dikutip dari Tribratanews Manado, Julianto menjabat sebagai Kapolresta Manado sejak 28 Desember 2021.

Saat itu, ia menggantikan Kombes Pol Elvianus Laoli.

Sebelum menjadi Kapolresta Manado, Julianto pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Polresta Serdang.

Ia juga pernah menjabat Kanit IV Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Selama menjadi Kanit IV Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri, Julianto banyak mengungkap kasus perdagangan orang.

Dari Jakarta, Julianto kemudian dimutasi ke Sulawesi Selatan dan ditunjuk menjadi Kapolres Tana Toraja.

Kombes Pol Julianto Sirait terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2023.

Menurut LHKPN tersebut, Julianto tercatat memiliki total kekayaan hingga Rp 9 miliar.

Aset dengan nominal terbanyak adalah dua properti serta kas dan setara kas.

Untuk kendaraan, ia hanya mempunyai satu unit, yaitu mobil Honda CRV senilai Rp250 juta.

Sosok  Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Yulfa Irawati

Kasat Lantas Polresta Manado, Kompol Yulfa Irawati, ikut diperiksa Propam terkait kematian Brigadir RAT.

Kompol Yulfa Irawati adalah atasan Brigadir RAT di Polresta Manado.

Kompol Yulfa Irawati tidak mengetahui kalau Brigadir Ridhal Ali Tomi bekerja di Jakarta sebagai ajudan bos tambang.

Apalagi Brigadir Ridhal Ali Tomi sudah dua tahun bekerja sebagai ajudan pengusaha di Jakarta itu.

Dilihat dari akun Facebooknya, Kompol Yulfa Irawati memiliki suami dan dua orang anak.

Kompol Yulfa Irawati menjabat sebagai Kasat Lantas Polresta Manado sejak April 2023.

Ia menggantikan Kompol Benyamin Noldy Undap.

Sebelumnya, Kompol Yulfa Irawati pernah menjabat Kasat Latas Polres Minahasa hingga tahun 2021

Sumber: Tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita