Kisah Perjalanan Letkol Bill Kadarusman, Pria asal Malang Jadi Perwira Militer AS

Kisah Perjalanan Letkol Bill Kadarusman, Pria asal Malang Jadi Perwira Militer AS

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kisah Perjalanan Letkol Bill Kadarusman, Pria asal Malang Jadi Perwira Militer AS

GELORA.CO -
Seorang pria asal Malang, Jawa Timur, menjadi perwira militer di Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, pria tersebut menyandang pangkat letnan kolonel. Dia adalah Bill Kadarusman.

Bill merupakan perwira menengah US Reserve Army alias Pasukan Cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS). Bill menceritakan kisahnya kepada VOA Indonesia dalam acara Ketika Hidup Diperjuangkan.

Letkol Bill lahir dan tinggal di Malang hingga SMP. Bill dan keluarganya lalu pindah ke Jakarta semasa SMA. Selesai SMA, dia kemudian kuliah ke Amerika Serikat.

"Terus saya kuliah ke Amerika. Saya pergi ke, waktu itu, Universitasnya di Hawaii," kata Bill.

Di perguruan tinggi tersebut, Bill belajar akuntansi. Namun, Bill ternyata kurang suka dengan bidang akuntansi.

Setelah sempat bekerja beberapa waktu, Bill kembali kuliah mengambil jurusan hukum di Utah. Selain itu, dia mencoba tes masuk militer AS. Bill punya ketertarikan dengan dunia militer karena dia melihat di masa Presiden Soeharto banyak pejabat negara berlatar belakang tentara.

"Sebenarnya sejak kecil itu saya ingin jadi tentara," ujar Bill.

Tidak disangka-sangka, Bill lolos masuk militer AS. Bill bergabung sekitar tahun 2005 atau saat AS tengah terlibat konflik di Irak dan Afganistan. Dia sempat diperingatkan kawan-kawannya mengenai risiko menjadi tentara.

Bill pun pernah ditugaskan ke Irak. Saat itu, dia masih berpangkat Prajurit Dua. Pada Maret 2024, pangkatnya naik menjadi Letnan Kolonel.

Menurut Bill, pencapaiannya saat ini sudah cukup tinggi. Dia mengaku tak memiliki ambisi tertentu.

"Kalau ambisi saya sih mungkin nggak terlalu tinggi lah ya, saya rasa ini sudah cukup tinggi bagi saya," kata Bill.

Sementara itu, Brigjen Jaime Areizaga sebagai atasannya di US Reserve Army merasa bangga dengan Bill. Dia mengapresiasi bakat dan kerja keras Bill secara akademis. 

"Dia lahir dan dibesarkan di Indonesia dengan budaya dan bahasa Indonesia, lalu datang ke Amerika, kerja keras secara akademis. Dia juga seorang musisi. Kami sangat bangga dengan pengetahuan dan bakatnya," kata dia.

Sumber: inews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita