Hizbullah Menggila, Israel Perpanjang Booking Hotel Pemukim Utara yang Mengungsi Hingga Akhir Tahun

Hizbullah Menggila, Israel Perpanjang Booking Hotel Pemukim Utara yang Mengungsi Hingga Akhir Tahun

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Surat kabar berbahasa Ibrani, Yedioth Ahronoth melaporkan, dampak konfrontasi pasukan Israel dengan gerakan Hizbullah Lebanon dipastikan akan memperparah pengeluaran perang negara pendudukan tersebut.

Terbaru, serangan Hizbullah yang tidak juga berhenti di wilayah Utara, memaksa Israel mengungsikan para pemukimnya ke hotel-hotel yang dianggap berada dalam radius aman dari serangan.

Belakangan, media Israel tersebut melaporkan perjanjian antara pemerintah dan hotel tempat para pemukim yang dievakuasi dari Jalur Gaza dan wilayah utara menginap diperpanjang hingga akhir tahun.



Pemasukan Berkurang, Pengeluaran Membengkak

Laporan perpanjangan penginapan hotel bagi para pengungsi warga Utara ini menjadi pukulan serius bagi ekonomi Tel Aviv di saat Hizbullah makin menggencarkan serangan harian mereka ke teritorial Israel.


Hizbullah menyatakan, serangan akan terus mereka lakukan sebagai pembalasan atas agresi Israel ke kota-kota mereka di Lebanon Selatan.

Terpenting, gerakan perlawanan Lebanon tersebut juga menyatakan akan terus melakukan konfrontasi selama Gaza masih berada di bawah tekanan militer Israel.

Secara nyata, selain membuat pengeluaran pemerintah Israel membengkak, serangan Hizbullah juga membuat pemasukan negara mereka berkurang dari berbagai sektor.


Per Senin, (5/3/2024) silam, Hizbullah merilis infografis di kanal Telegam yang menyatakan kalau mereka telah melancarakan 1.194 operasi militer untuk melawan Israel.


Sebanyak 68 kendaraan militer Israel diklaim hancur dalam berbagai operasi militer. Hizbullah menargetkan 38 pusat komando, 287 bunker dan benteng, dan peralatan teknis.

Di samping itu, Hizbullah telah menyerang 2 pabrik militer, 22 artileri, dan dua platform Iron Dome. Disebut ada 43 permukiman Israel yang harus dipindahkan. Adapun 230.000 pemukim Israel telah mengungsi.

Senjata yang digunakan termasuk artileri, roket, senapan mesin, pesawat tanpa awak, dan rudal berpemandu.

Hizbullah memperkirakan jumlah korban tewas dan terluka di antara personel militer Israel mencapai lebih dari 2 ribu orang.

Angka ini dipastikan bertambah seiring makin intensifnya Hizbullah menyerang Israel pada April-Mei.



Meski belum dinyatakan sebagai perang skala penuh lintas-teritorial, konflik di perbatasan antara kelompok Hizbullah Lebanon dan Tentara Israel makin menjadi-jadi.

Kelompok Perlawanan Lebanon tersebut dilaporkan tidak berhenti memberikan pembalasan terhadap pendudukan Israel seiring kian intensifnya serangan udara pasukan Tel Aviv membombardir kota-kota Lebanon Selatan.

Balasan Hizbullah dilaporkan menargetkan beberapa kelompok tentara Israel di permukiman Israel, serta markas komando militer dan barak Israel.

Baca juga: Serangan Hizbullah Bikin Para Pemukim Israel Lari dari Margaliot: Cuma Bisa Sembunyi di Balik Tembok


Harga Buah dan Sayur Pun Terdampak Serangan Hizbullah

Dampak dari serangan Hizbullah ke Israel berimbas juga ke perekonomian negara pendudukan tersebut.

CEO pabrik buah di pemukiman Metulla, Benny Katz yang mengawasi operasi salah satu pemasok buah dan sayuran terbesar di wilayah tersebut, mengatakan, serangan baru-baru ini dari Lebanon telah menyebabkan kerusakan parah pada pabrik tersebut.

Kerusakan diperkirakan akan mengakibatkan lonjakan harga dan mengakibatkan kerusakan dan kerugian ekonomi yang besar di Israel.

Situs web Israel, Yedioth Ahronoth mengutip Katz yang mengatakan kalau pabrik tersebut biasanya memproduksi 24.000 ton buah segar setiap tahunnya.

Namun dampak serangan Hizbullah menjadikan pabrik tersebut tidak berfungsi dan tidak dapat diperbaiki, sehingga menggambarkan situasinya "sangat buruk".


961 Serangan, 2.000 Tentara IDF Ambruk
Serangan Hizbullah ke Israel juga diyakini memakan korban tentara Israel (IDF) lebih banyak dari yang diumumkan ke publik.

Al-Mayadeen dalam ulasannya melaporkan, meskipun pemukim Israel bergegas ke media untuk mengecam kerusakan material, pihak berwenang Israel dan media Israel sengaja diam mengenai jumlah korban militer yang jatuh di front utara.

"Namun, otentikasi Hizbullah atas operasinya telah mengkonfirmasi jumlah korban yang jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan," tulis ulasan tersebut.

Faktanya, kelompok perlawanan Lebanon tersebut memperkirakan dalam 961 operasi, mereka mengklaim mampu membunuh atau melukai lebih dari 2.000 tentara Israel.

Sejak itu, jumlah korban di kalangan tentara Israel diperkirakan meningkat, karena kelompok tersebut telah melampaui 1.000 operasi yang dilancarkan melawan pasukan pendudukan Israel pada tanggal 9 Februari.


Berisko Kehancuran Total Bagi Kedua Kubu
Pakar militer Israel bernama Yossi Melman mengklaim apabila perang Israel-Hizbullah terjadi akan membuat kedua belah pihak hancur total (mutually assured destruction atau MAD).

MAD adalah istilah yang muncul pada Perang Dingin ketika Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet berkonflik.

Kala itu perang nuklir berskala besar antara AS dan Uni Soviet diusahakan dicegah.

Jika salah satu negara itu melancarkan serangan nuklir ke negara satunya, negara yang diserang akan membalasnya dengan serangan nuklir juga.

Serangan-serangan nuklir itu, apabila terjadi, diperkirakan akan membuat kedua negara hancur.

Melman mengatakan situasi di perbatasan Israel-Lebanon menjelang Operasi Banjir Al-Aqsa tanggal 7 Oktober 2023 adalah versi konvensional dari doktrin MAD.

Dia menyebut baik Israel maupun kelompok perlawanan Israel memiliki senjata yang mampu mengancurkan kota-kota Israel, termasuk infrastruktur militer dan sipil.

Senjata itu juga akan membuat ratusan ribu nyawa melayang.


Pada saat ini meski sedang tidak dalam situasi perang besar-besaran, Hizbullah telah meluncurkan ribuan rudal, mengerahkan pesawat tanpa awak, dan tembakan artileri.

Serangan itu diarahkan ke target yang berada di dekat perbatasan Israel-Lebanon dan permukiman yang jauh dari perbatasan.

Puluhan ribu warga Israel di perbatasan terpaksa mengungsi akibat serangan tersebut.


Melman mengatakan rudal Hizbullah telah menghantam banyak pangkalan militer Israel di Komando Utara, termasuk pangkalan pengendali lalu lintas udara bernama Meron.

Sementara itu, dari sisi Israel, Melman mengatakan pasukan Israel menjalankan operasi militer di Lebanon dengan serangan udara dan pesawat tanpa awak, artileri, rudal, dan tindakan pembunuhan.

Dia mengklaim serangan itu telah menghancurkan banyak pangkalan Hizbullah dan gudang rudalnya.


Meski demikian, Melman mengatakan ada “kenyataan pahit” yang harus dihadapi Israel.

Kenyataan itu ialah bahwa kerusakan yang dialami Hizbullah tidak besar.

Dia menyebut para pejuang Hizbullah mundur sekitar 2 km dari perbatasan. Gerak mundur itu adalah keputusan yang diambil pemimpin Hizbullah, bukan karena tekanan dari Israel.

Melman mengklaim gerak mundur itu bertujuan untuk mengurangi jumlah korban jiwa.

“Hizbullah sangat sensitif mengenai jumlah korban jiwa di pihaknya,” ujar Melman.

Di samping itu, dia mengatakan Hizbullah kini belajar dari perang di Gaza.

Menurut Melman, kelompok itu memperhitungkan setiap langkahnya agar pasukan elite Radwan miliknya tetap aman seandainya konflik di perbatasan membesar menjadi perang total.

Perang akan berdampak mengerikan bagi Israel


Melman memperingatkan bahwa ada sejumlah pihak, termasuk pejabat yang meyakini Israel tak punya pilihan kecuali menyerang Lebanon setelah perang di Gaza berakhir.

Dia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Yoav Gallant sebagai dua di antara pihak yang mendukung pilihan itu.

Adapun sejumlah mantan pejabat keamanan dan militer milih menentangnya, termasuk Benny Gantz dan Gadi Eisenkot.

Melman meyakini dalam perang selanjutnya antara Hizbullah-Israel, Lebanon akan mengalami kehancuran parah.

Namun, kehancuran juga akan dialami oleh Israel.

Dalam beberapa tahun tahun terakhir Melman ikut dalam sejumlah briefing untuk Kepala Staf dan Komandan Front Dalam Negeri.

Dia menyebutkan gambaran mengerikan tentang kehancurkan yang bisa ditimbulkan di Israel oleh Hizbullah.

Kata dia, Hizbullah memiliki banyak rudal. Jumlahnya antara 120.000 dan 150.000 serta bisa menjangkau tempat mana pun di Israel.

Sumber: Tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita