Kasus DBD Melonjak, Proyek Nyamuk Bill Gates Dituding jadi Pemicunya, Biar Lanjut Jualan Vaksin?

Kasus DBD Melonjak, Proyek Nyamuk Bill Gates Dituding jadi Pemicunya, Biar Lanjut Jualan Vaksin?

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mengalami peningkatan tajam.

Menurut data, hingga Maret 2024 terdapat 35.556 kasus DBD dengan 290 kematian.

Sejumlah daerah bahkan telah menetapkan kasus DBD sebagai Kondisi Luar Biasa (KLB).

Pemerintah pun terus menekankan kepada masyarakat untuk menerapkan 3M Plus.

Mengutip laman ayosehat.kemkes.go.id, 3M Plus dilakukan dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang yang berpotensi dijadikan sarang nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD.

Pemerintah juga mempertimbangkan pencegahan inovatif dengan penyebaran Wolbachia dan vaksin DBD.

Namun, dua hal tersebut justru dinilai sebagian orang sebagai pemicu meningkatknya kasus DBD.

Dokter sekaligus pengamat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dikenal dokter Tifa mengungkapkan keresahannya soal kasus DBD di Indonesia.

Menurutnya, kasus DBD yang meningkat tajam terjadi karena proyek besar Bill Gates yakni Wolbachia.

Sebagai informasi, Wolbachia merupakan nyamuk yang diklaim efektif mencegah demam berdarah.

Wolbachia merupakan produk buatan bos Microsoft Bill Gates.

Nyamuk ini kemudian dikembangkan di berbagai negara termasuk Indonesia.

Sejumlah daerah telah mengembangkan nyamuk Wolbachia. Sementara beberapa waktu lalu juga sempat terjadi penolakan dengan proyek tersebut.

Melalui akun X @DokterTifa, dokter Tifa menduga bahwa penyebaran nyamuk Wolbachia memiliki risiko.

"Sekarang, angka DBD melonjak 400% di seluruh dunia termasuk Indonesia!," katanya dalam cuitan pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Dokter Tifa pun mempertanyakan keberadaan pihak-pihak yang mendukung proyek Wolbachia namun kini DBD malah meningkat tajam.

Ia menduga bahwa tujuan dari proyek tersebut adalah vaksin buatan Bill Gates.

"Kalau DBD sudah naik, sudah banyak yang mati, lanjut jual Vaksin bikinan CEPI, lembaga Bill Gates," katanya.

Netizen pun ramai menyetujui pendapat dokter Tifa tersebut.

Bahkan netizen menilai kasus DBD saat ini menjadi kasus Covid-19 jilid II.***

Sumber: ayobandung
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita