Hizbullah Ngamuk usai Israel Bunuh 7 Paramedis, Brigade 769 Langsung Dibombardir Puluhan Roket

Hizbullah Ngamuk usai Israel Bunuh 7 Paramedis, Brigade 769 Langsung Dibombardir Puluhan Roket

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Kelompok Perlawanan Lebanon, Hizbullah, mengatakan bahwa mereka menembakkan puluhan roket ke pemukiman Kiryat Shmona, sebuah pemukiman penduduk di Israel Utara, Rabu (27/3/2024).

Serangan Hizbullah itu sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap pusat ambulans yang menyebabkan terbunuhnya tujuh paramedis.

Hizbullah mengumumkan bahwa mereka mengebom komando Brigade 769 di pemukiman tersebut.

Saluran 12 Israel melaporkan bahwa lebih dari 30 rudal diluncurkan dari Lebanon menuju Galilea Atas, menyebabkan kerusakan, mengutip Palestine Chronicle.


Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas pembantaian yang dilakukan oleh musuh Zionis di kota Habbariyah.


Akibat serangan Hizbullah, layanan ambulans Israel mengkonfirmasi bahwa satu pemukim tewas dan beberapa bangunan rusak.

Sebelumnya, 7 orang tewas dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah pusat medis di kota Al-Habbariyah, di Lebanon selatan.

Angkatan Udara Israel menargetkan pusat ambulans milik Otoritas Darurat dan Bantuan Islam, menghancurkannya sepenuhnya, sementara paramedis berada di dalamnya.

Asosiasi Ambulans Lebanon mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan dan meminta komunitas internasional untuk memaksa Israel berhenti menargetkan paramedis ambulans.

Update Korban di Gaza Palestina 

Israel masih terus melancarkan serangan militer mematikan di wilayah Palestina, hingga mengakibatkan banyak korban jiwa dari warga sipil yang berjatuhan.

Lebih dari 32.400 warga Palestina telah terbunuh, mengutip Anadolu Agency. 

Dan hampir 74.800 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.

Perang Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan.

Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.

Sumber: Tribunnews
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita