Banyak Artis Lolos Senayan, JK Usul Pemilu Kembali ke Sistem Tertutup: Diseleksi Dulu, Bukan Asal Terkenal

Banyak Artis Lolos Senayan, JK Usul Pemilu Kembali ke Sistem Tertutup: Diseleksi Dulu, Bukan Asal Terkenal

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Banyak Artis Lolos Senayan, JK Usul Pemilu Kembali ke Sistem Tertutup: Diseleksi Dulu, Bukan Asal Terkenal


GELORA.CO - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar pemilu ke depan kembali digelar dengan sistem proporsional tertutup. Hal ini karena Pemilu 2024 dinilai paling buruk sepanjang sejarah kepemiluan sejak 1955.

"Ini harus kembali kepada sistem pemilu tertutup, supaya antara calon tinggal diseleksi dulu oleh partai. Ini orang yang baik, bukan hanya orang asal terkenal," kata JK di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).

JK mempermasalahkan peserta pemilu sekarang yang hanya bermodalkan terkenal seperti dari kalangan artis hingga pelawak. Akhirnya, untuk menjadi anggota dewan hanya tinggal bermodalkan ketenaran semata.

"Kalau sekarang dipilih asal terkenal saja, termasuk artis banyak, pelawak pun banyak, supaya gampang dipilih, akhirnya tidak lagi melihat kemampuannya saja," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyatakan bahwa Pemilu 2024 menjadi penyelenggaraan pesta demokrasi terburuk dalam sejarah.

JK merasa, penyelenggaraan pemilu saat ini, sangat jelas telah diatur oleh kelompok-kelompok minoritas yang memiliki peluang menggunakan uang untuk meraih kekuasaan.

“Bagi saya, saya pernah mengatakan ini, adalah pemilu yang terburuk dalam sejarah pemilu Indonesia sejak 1955,” kata JK saat menjadi penbicara di “Election Talk #4: Konsolidasi untuk Demokrasi Pasca Pemilu 2024 Oposisi atau Koalisi”, di Gedung Juwono Sudarsono, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).

JK menjelaskan, bahwa demokrasi saat ini dinilai lebih terbuka dibandingkan dengan era Soerkarno dan Soeharto. Dengan keterbukaan ini, bangsa dihadapkan pada masalah lain seperti sistem untuk mencapai kebebasan berdemokrasi.

“Nah sekarang kita baru saja melewati suatu cara pemerintahan demokratis dengan pemilu ini, yang bagi kita, banyak pihak yang menilai ya ini perlu dikoreksi, perlu dievaluasi,” kata JK. 

Sumber: inilah
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita