Surya Paloh di Kampanye Akbar AMIN: Siapapun yang Menghalangi Perubahan, Kita Lawan!
logo
arrow-down-drop-circle

10 Februari 2024

Surya Paloh di Kampanye Akbar AMIN: Siapapun yang Menghalangi Perubahan, Kita Lawan!

Surya Paloh di Kampanye Akbar AMIN: Siapapun yang Menghalangi Perubahan, Kita Lawan!


GELORA.CO -  Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut, perubahan tak boleh dihalangi saat masyarakat Indonesia mengingingkannya melalui Pemilu 2024. 

Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada pendukung capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk melawan setiap bentuk kecurangan di pesta demokrasi. 

Hal itu ia katakan saat menghadiri kampanye akbar AMIN di Stadion Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/2/2024).

"Siapapun yang mencoba melakukan, katakanlah menghalangi komitmen perjuangan kita untuk membawa perubahan, kita berhak untuk melakukan (melawan) itu," kata Surya Paloh. 

"Tapi dengan suatu hal yang pasti, kita mau mengingatkan siapa saja, para pihak, jangan paksa emosi rakyat untuk sampai kepada titik batas yang mereka tidak mempu menahan emosi dan titik sabar dirinya. Jangan paksa itu, karena kodratnya kita manusia biasa," ujarnya. 

Awalnya, ia mengatakan pemilu itu merupakan sebuah amanat konstitusi bangsa yang harus digelar setiap lima tahun sekali.

"Pemilu adalah hak konstitusional dan hak-hak politik dari seluruh warga negara. Kita berkewajiban untuk melaksanakan itu, menggunakan hak-hak politik kita, karena pada dasarnya pemilu dilakukan setiap lima tahun sekali yang merupakan sebuah momentum kepada setiap warga negara." 

"Untuk apa? mengevaluasi, sekaligus mengkritisi setiap jalannya roda pemerintahan selama 5 tahun yang sudah berlalu. Momentum ini tidak boleh kita lakukan begitu saja. Ini momentum untuk melakukan perubahan," katanya.

Ia mengingatkan kepada setiap penyelenggara pemilu agar bisa menggelar pesta demokrasi secara jujur dan adil.

"Dalam situasi seperti ini agar pemilu yang kita hadapi jauh memberikan rasa kenyamanan, optimisme dan berkualitas, tidak pemilu untuk kita antarkan sekaligus merusak sistem demokrasi yang ada." 

"Untuk itu, setiap anak bangsa ini membangun kesadarannya bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tapi untuk anak dan cucu kita," katanya.

Sumber: kompas