Soroti Riwayat Penyakit Prabowo, Ahok Khawatir Gibran Akan Naik Jadi Presiden

Soroti Riwayat Penyakit Prabowo, Ahok Khawatir Gibran Akan Naik Jadi Presiden

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai Presiden Joko Widodo hingga paslon Prabowo-Gibran tidak bisa bekerja sebagai seorang pemimpin. Pernyataan Ahok viral di TikTok ketika berdebat dengan seorang nenek berumur 82 tahun dalam sebuah acara perayaan hari raya Imlek.

Awalnya lansia yang biasa disapa Oma itu mempertanyakan kepada Ahok, kenapa harus milih Ganjar Pranowo daripada Prabowo Subianto? Sebab, Oma ini telah menjatuhkan pilihannya kepada capres nomor urut 2 itu.

Ahok pun menjelaskan, alasan Prabowo tidak layak dipilih untuk dijadikan presiden. Pasalnya, pria berumur 72 tahun itu sudah memiliki riwayat penyakit, memiliki sikap yang tempramental serta tidak bisa bekerja.

"Tapi persoalan pilih presiden, kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat. Kita tidak mau pilih orang yang emosional. Kita tidak mau pilih orang yang tidak terbukti bisa kerja," ujar Ahok kepada Oma tersebut dikutip dari akun TikTok @halim_tambari, dikutip Selasa (6/2/2024).

Apalagi cawapres Gibran, lanjut Ahok, Wali Kota Solo itu dinilainya tidak memiliki bukti kerja nyata membangun daerah yang dipimpin. Karena itu dirinya khawatir Gibran akan naik jadi presiden menggantikan posisi Prabowo karena kesehatannya sudah tidak memungkinkan saat ini.

"Tapi presiden, kalau cuma 2 tahun karakter teruji kalau ada kekuasaan. Sekarang saya mau tanya, di mana ada bukti Gibran bisa kerja?  Selama wali kota?" ucap Ahok.

Tak hanya itu, Ahok juga mempertanyakan kinerja Jokowi. Hal ini diakuinya karena pernah mendampinginya memimpin Jakarta. Namun, Ahok enggan membeberkan alasan kenapa Jokowi tidak bisa bekerja.

"Terus ibu (Oma) kira Pak Jokowi juga bisa kerja? Saya lebih tahu. Makanya saya tidak enak ngomong depan umum," kata Ahok

Ahok pun tidak memaksa wanita lansia tersebut memilih Prabowo ataupun Ganjar. Akan tetapi, dia menegaskan, memilih calon pemimpin harus berdasarkan kinerjanya.

"Tapi kalau ibu mau pilih Pak Prabowo pun itu hak ibu. Tapi saya mau sampaikan juga, tidak fair kalau kita pilih presiden bukan berdasarkan kemampuan kerja.  Itu saja dasarnya," pungkasnya.

Sebelumnya,  Ahok menyampaikan surat mundur dari jabatannya sebagai Komut Pertamina pada Jumat (2/2/2024). Kemudian, ia muncul pada kampanye akbar Ganjar-Mahfud, di GBK pada Sabtu (3/2/2024). Lalu, Ahok bersama simpatisannya (Ahokers) mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar-Mahfud pada Minggu (4/2/2024) kemarin.

Sumber: inilah