Rocky Gerung soal Debat Terakhir: Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Angkuh!

Rocky Gerung soal Debat Terakhir: Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Angkuh!

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentar yang cukup menohok terkait debat capres putaran kelima, yang menghadirkan Anies, Prabowo dan Ganjar pada Minggu malam, 4 Februari 2024. 

"Kita udah ikuti lima kali perdebatan, kita tahu bagaimana keinginan kita untuk melihat seseorang ditonjok di panggung itu. Tapi itu kemarahan kita bukan karena mereka bertiga, tapi di belakangnya ada setting dari seseorang yang angkuh, yang namanya Jokowi," katanya mengawali komentar dikutip pada Senin, 5 Februari 2024.  

"Saya mengingatkan itu supaya kalian, kita semua tidak terjebak pada semacam balas dendam palsu," sambungnya.

Rocky Gerung mengatakan, bahwa dirinya selalu mengikuti ajang debat para capres tersebut. Menurutnya, Anies Baswedan masih konsisten memenangkan perdebatan di pangung KPU. 

Namun disisi lain, menurut Rocky Gerung, Prabowo menunjukan sikap tulusnya, sedangkan Ganjar terkesan angkuh.

"Anies tetap konsisten, panggung itu dimenangkan Anies, oke. Ada kesejukan di situ, tetapi di debat terakhir ini, diclosing statement ketulusan ada pada Prabowo." 

"Yes anda boleh hina, tapi seseorang yang angkuh dan tiba-tiba menundukkan kepala serius mengatakan saya minta maaf pada Pak Anies, itu soalnya," katanya lagi.

Rocky Gerung berpendapat, Prabowo mengetahui betul dirinya mendapat sorotan publik karena sikapnya yang tempramen.

"Dia berupaya untuk satu periode, satu putaran, tapi dia tahu publik menyoroti dia dalam dimensi emosi," tuturnya. 

Akan tetapi perubahan sikap tersebut terlihat pada debat kelima tadi malam.

"Kesejukan ada pada Prabowo, kecerdasan ada pada Anies, Ganjar keangkuhan," tegas Rocky.

Adapun sikap angkuh Ganjar, kata mantan dosen UI tersebut, adalah tentang tuduhan-tuduhannya pada Prabowo yang masih terus dicecar dalam debat capres semalam.

"Apa dia bilang pada Prabowo, tadi ditujukan terus pada Prabowo jangan pilih seseorang yang pernah membunuh melanggar hak asasi manusia." 

"Tidak ada hak sedikitpun Ganjar bicara seperti itu, yang boleh bicara begitu Gibran di UGM, mahasiswa boleh bicara itu. apa hak Ganjar?" tanya Rocky Gerung.

Sebab menurut dia, Ganjar adalah bagian dari orang yang dulu mengelu-elukan Prabowo ketika Megawatt mengangkatnya sebagai calon wakil presiden di tahun 2009. 

"Jadi orang ini bangsaxxx yes, bangsaxxx. Dia tidak punya hak ucapkan itu. Dia bagian dari yang mengeluelukan Prabowo yang diangkat 2009 sebagai wakil presiden, artinya dia berbohong pada partainya," jelas Rocky. 

Dirinya menambahkan, publik mau uji para calon presiden ini pada saat terakhir debat. 

"Mestinya Ganjar bilang terima kasih, selesai, saya tidak akan komentar. Dia menunggangi kemarahan publik, padahal dia enggak ngerti, dia itu pelaku pelanggaran HAM Wadas, Kendal. Kita mesti fair bilang itu," tuturnya.

"Saya enggak ada peduli dengan capres itu. Saya peduli dengan dimensi kemanusiaan dari bangsa ini," tuturnya. 

"Jadi sekali lagi, saya kasih poin kecerdasan malam ini ada pada Anies, ketulusan ada pada Prabowo, keangkuhan ada pada Ganjar," timpalnya lagi. 

Sumber: viva