Respons Gibran Rakabuming Soal Jokowi 'Diserang' Akademisi

Respons Gibran Rakabuming Soal Jokowi 'Diserang' Akademisi

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menanggapi soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikritik oleh para akademisi. Wali Kota Solo itu mengaku menghargai kritikan dari para akademisi terhadap sang ayah. 

"Tanyakan kepada yang bersangkutan saja. Kalau saya sih masukan-masukan, evaluasi dari semua pihak kami terima ya," ujar Gibran saat ditemui di acara UMKM di Tangsel pada Sabtu (3/2/2024).

 Gibran mengucapkan terima kasih karena para akademisi dari universitas memberikan kritik kepada pemerintah. 

 "Masukannya terima kasih ya," ungkapnya. 

Diketahui, belakangan sivitas akademik dari sejumlah universitas mulai menyuarakan buruknya kualitas demokrasi di Indonesia selama perhelatan Pilpres 2024 berlangsung.  Kritik dari kelompok akademik itu membuntuti petisi Bulaksumur yang disampaikan oleh sivitas akademika UGM.  

Petisi itu disampaikan dalam rangka kritik keras terhadap pemerintahan era Presiden RI Jokowi yang telah menyimpang dari prinsip-prinsip moral demokrasi, kerakyatan, hingga keadilan sosial termasuk kontestasi Pilpres 2024 ini. 

Politik Gentong Babi Ala Jokowi Viral Mencengangkan netizen unggahan media sosial instgram Bem Seluruh Indonesia. Pasalnya, akun tersebut mengunggah foto Jokowi sambil membawa babi di dalam gentong yang bertuliskan bansos.  

Bahkan, dalam foto tersebut bertuliskan 'Politik Gentong Babi ala Jokowi.' Unggahan tersebut pun ramai dikomentari netizen, ada yang pro dan ada juga yang kontra terhadap unggahan tersebut.  

Dari pantauan tvOnenews, foto tersebut juga ada bertuliskan 'Pork Barrel.'  Bahkan akun yang mengunggah foto tersebut menuliskan keterangan.  

"POLITIK GENTONG BABI ALA JOKOWI," "Kita semua dikecewakan oleh pergerakan Presiden Jokowi menjelang Pemilu Serentak 2024. 

Ketidaknetralan Presiden sangat berpotensi merusak demokrasi dan mengangkangi suara rakyat dalam menentukan pilihan pada tanggal 14 Februari 2024." "Presiden Jokowi secara terang-terangan menggunakan bansos demi kepentingan elektabilitas sementara yang diduga kuat untuk memenangkan Politik Dinastinya," tulis akun media sosial (medsos) instargam bem_si. 

Tak hanya itu saja, slide foto kedua mereka juga menuliskan bahwasanya, dalam kajian politik ada istilah politik gentong babi (park barrel politic).  

Istilah politik ini dipakai untuk menggambarkan peristiwa politik di mana distribusi sumber daya seperti anggaran dalam bentuk hibah atau bansos kepada kosntituen oleh elit.  

"Biasanya politik gentong babi lebih menggunakan kebijakan-kebijakan populis yang justru seringkalo malah mengabaikan azas manfaat dari satu kebijakan," tulisnya.  

"Dengan adanya program populis tersebut, penguasa dapat menanamkan romantisme kepada masyarakat," sambungnya.   

Selain itu, di slide ketiga mereka juga menuliskan dalam unggahannya soal Rakyat Dipikat Pakai Bansos. 

"Di masa kampanye Pemilu 2024 kali ini, Jokowi mengkucurkan Rp11 triliun bansos, bansos sebagai praktok politik gentong babi menimbulkan suatu efek personalisasi terhadap public goods," tulisnya. 

"Seola-olah Jokowi merupakan ratu adil yang benar-benar memperhatikan kebutuhan rakyat. Padahal, di balik bansos ada kepentingan politis untuk menjada loyalitas dan eksistensi Jokowi

Sumber: tvOne