Heboh, Ahok Sebut Prabowo Sudah Tak Sehat: Khawatir Kalau Tiba-tiba Gibran yang Naik

Heboh, Ahok Sebut Prabowo Sudah Tak Sehat: Khawatir Kalau Tiba-tiba Gibran yang Naik

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok viral lantaran diduga menyebut Prabowo tak sehat dan Jokowi tidak bisa kerja.

Sebuah video viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Ahok yang sedang berbicara dengan seorang ibu berusia 82 tahun.

Dalam percakapan keduanya, diketahui bahwa ibu tersebut memilih Prabowo-Gibran sebagai presiden dan calon presidennya pada Pilpres 14 Februari mendatang.

Akan tetapi, Ahok dengan cukup keras mengatakan bahwa sebaiknya masyarakat memilih presiden yang sehat dan tidak emosional.

Meski tidak disebutkan bahwa sosok yang dimaksud adalah Prabowo, namun sejak awal ibu tersebut telah mengatakan bahwa dirinya memilih Prabowo.

Apalagi, kesehatan Capres nomor urut 2 tersebut menjadi salah satu hal yang cukup mendapat sorotan akhir-akhir ini.

"Tapi persoalan pilih presiden, kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat. Kita tidak mau pilih orang yang emosional. Kita tidak mau pilih orang yang tidak terbukti bisa kerja," kata Ahok.

Selain menyentil Prabowo, Ahok juga menyeret Presiden RI, Jokowi dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Ahok bertanya tentang kinerja Gibran selama dua tahun menjadi Wali Kota Solo. 

"Dan kita khawatir kalau tiba-tiba Gibran yang naik. Kalau cuma 2 tahun, karakter teruji kalau ada kekuasaan. Sekarang saya mau tanya, di mana ada bukti Gibran bisa kerja selama jadi Wali Kota?" tanya Ahok.

Mantan Gubernur DKI itu juga bertanya tentang apakah selama ini Jokowi bisa kerja atau tidak.

"Terus ibu pikir Pak Jokowi juga bisa kerja? Saya lebih tahu dan sebenarnya saya nggak enak bilang depan umum," kata Ahok.

Ibu tersebut kemudian mengatakan kepada Ahok bahwa Jokowi berhasil memindahkan Ibu Kota Indonesia ke IKN.

Akan tetapi menurut Ahok, eksekusi Jokowi keliru lantaran orang no.1 RI itu memilih Kalimantan Timur, bukan Kalimantan Tengah seperti keinginan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Sumber: bisnis