Aksi Opening Anies Baswedan di Debat Capres Pakai Bahasa Isyarat Jadi Sorotan, Menuai Reaksi Tak Terduga dari Netizen

Aksi Opening Anies Baswedan di Debat Capres Pakai Bahasa Isyarat Jadi Sorotan, Menuai Reaksi Tak Terduga dari Netizen

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO  - Aksi Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan dalam debat kelima menggunakan bahasa isyarat di awal penyampaian visi-misi menyita perhatian publik. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat kelima Pilpres 2024 pada Minggu malam (4/2) di Jakarta Convention Center (JCC).

 Debat ini juga merupakan debat terakhir yang dihelat KPU dari serangkaian debat Capres dan Cawapres. Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan nomor urut 2 Prabowo Subianto di debat kelima Capres.

 Pada debat kelima, para calon presiden yang beradu gagasan. Mereka adalah Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.  

 Tema besar debat ke-5 ini meliputi kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM), inklusi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi. 

Opening Anies Baswedan menjadi sorotan Saat Capres nomor urut 1 Anies Baswedan dipersilakan menyampaikan visi-misinya, ia tampak menggerak-gerakkan tangannya sebelum memulai debat sesi pembacaan visi-misi. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak menggerakkan jari telunjuk kanannya dan menyentuh jam yang terpasang di tangan kirinya. 

Setelah itu, Anies memperlihatkan gestur seperti memutar jari telunjuk dan jari tengahnya. Diketahui, gerakan menunjuk jam tangan memiliki arti waktu. Sedangkan, gerakan menggeser tangan dari depan ke belakang berarti berubah atau perubahan. 

Dengan kata lain, Anies Baswedan diduga menyampaikan pesan inilah waktu perubahan atau waktunya perubahan. 

Calon Presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) ini langsung menyoroti soal ketimpangan, ketidaksetaraan, hingga ketidakadilan yang menjadi persoalan bangsa Indonesia. 

"Ketimpangan antara Jakarta dengan luar Jakarta, Jawa luar Jawa, kaya miskin, desa kota, pendidikan umum, pendidikan agama, pendidikan kejuruan dan pendidikan teknis, ini semua adalah ketimpangan yang hari ini menjadi fenomena membahayakan bagi republik ini," ucap Anies. 

Sontak saja, aksi Anies yang menggunakan bahasa isyarat di opening debat itu langsung menyita perhatian publik, hingga viral di media sosial twitter atau X. Hingga pagi ini, hashtag Anies Final Stage masih bercokol di kolom trending X. "Apa ga mau presiden kaya begini kalian," ucap warganet. 

"Sangat rugi jika orang seperti ini disia-sia kan, dari Benua Daya Taka, Penajam Paser Utara saya dukung pak Anies jadi Presiden Indonesia." komen warganet. "Terharu, yakin gamau Presiden yang gini," tutur netizen. "Sederhana, tapi teman-teman disabilitas pasti senang," ungkap netizen. 

"Aku baru tau kalo ini bahasa isyarat, mungkin berkat pak anies aku tergerak hatinya untuk mau belajar bahasa isyarat," ucap netizen. "Bansos bukan untuk kepentingan yang memberi tapi untuk kepentingan yang diberi," komen netizen


Sumber: tvOne