Diguncang Gempa Berkekuatan 7,6 Magnitudo, Jepang Peringatkan Ancaman Tsunami

Diguncang Gempa Berkekuatan 7,6 Magnitudo, Jepang Peringatkan Ancaman Tsunami

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Gempa dahsyat berkekuatan 7,6 magnitudo melanda wilayah Ishikawa, di Jepang Tengah, pada Senin (1/1).

Mengutip laporan NHK, guncangan tersebut memicu adanya peringatan tsunami setinggi lima meter yang akan melanda sebagian pantai barat di sepanjang Laut Jepang.




Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur pesisir Ishikawa, Niigata dan Toyama.

"Gelombang tsunami berbahaya setinggi hingga lima meter mungkin terjadi di sepanjang pantai utara Jepang tengah dalam jarak 300 km dari pusat gempa berkekuatan 7,5 skala Richter," ungkap laporan tersebut.

Juru bicara pemerintah, Yoshimasa Hayashi, mengatakan dalam konferensi pers darurat bahwa pihak berwenang masih memeriksa tingkat kerusakan dan memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi kemungkinan gempa lebih lanjut.

"Warga diminta untuk segera mengungsi dan pindah ke tempat yang lebih tinggi," ujarnya.

Melalui video yang beredar, nampak  bangunan-bangunan runtuh di Ishikawa. Gempa juga mengguncang bangunan-bangunan di ibu kota Tokyo di pantai seberang.

Penyedia utilitas Hokuriku Electric Power melaporkan lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengatakan tidak ada kejanggalan di pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui.

Pabrik Shika milik Hokuriku di Ishikawa, yang terletak paling dekat dengan pusat gempa, telah mematikan dua reaktornya sebelum terjadinya gempa untuk pemeriksaan rutin dan tidak melihat dampak apa pun dari gempa tersebut.

Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang paling berisiko terkena gempa bumi.

Gempa bumi besar dan tsunami melanda timur laut Jepang pada 11 Maret 2011, menewaskan hampir 20.000 orang, menghancurkan kota-kota dan memicu krisis nuklir di Fukushima.

Sumber: RMOL
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita