Polling iNews TV: Mahfud MD Paling Bagus Menjawab saat Debat, Gibran Posisi Buncit
logo
arrow-down-drop-circle

23 Desember 2023

Polling iNews TV: Mahfud MD Paling Bagus Menjawab saat Debat, Gibran Posisi Buncit

Polling iNews TV: Mahfud MD Paling Bagus Menjawab saat Debat, Gibran Posisi Buncit

GELORA.CO - Tiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) telah beradu gagasan, di acara debat perdana Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Jumat (22/12/2023) malam.

Adapun, tema yang diangkat pada debat Cawapres malam tadi adalah bidang ekonomi yang meliputi ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital, keuangan, pajak dan tata kelola APBN-APBD, investasi, perdagangan, infrastruktur dan perkotaan.

Setelah debat Cawapres, iNews TV menggelar polling siapa Cawapres yang paling bagus menjawab dalam debat semalam.

Hasilnya, sebanyak 59 persen responden menyebut Mahfud MD adalah Cawapres yang menjawab paling baik. Diikuti oleh Cawapres Muhaimin Iskadar yang mendapat 29 persen. Sedangkan Cawapres Rakabuming Raka berada pada posisi buncit dengan 13 persen.

Sekadar diketahui, Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD menyoroti disrupsi ekonomi digital yang tidak bisa dihindari saat debat semalam. Salah satunya adanya kasus pinjaman online (pinjol) yang saat ini marak.

“Menurut saya digital atau ekonomi digital ini tidak bisa dihindarkan oleh siapapun. Oleh sebab itu, ya kita tidak bisa menolaknya tetapi harus berhati-hati karena terjadi disrupsi yang luar biasa dalam perkembangan digital ini,” kata Mahfud.

Mahfud pun menyinggung masalah pinjol yang merupakan akibat dari disrupsi ekonomi digital. “Saya menangani kasus misalnya pinjol, di mana rakyat menjadi korban dari kegiatan ekonomi digital, ada crypto misalnya. Kasus pinjol itu sendiri sungguh sangat problematik. Kenapa? Karena dia dibuat secara hukum perdata melalui gadged.

Bahkan, Mahfud pun menyoroti maraknya kasus bunuh diri akibat pinjol. “Rakyat yang tidak tahu langsung bilang kamu mau pinjam uang sekian, yes, bunganya sekian yes kalau tidak bayar sekian yes itu perdata. Dan itu banyak yang menjadi korban, banyak yang sampai bunuh diri ada seorang dari Semarang seorang guru meminjam hanya 500 ribu, kemudian hutang menjadi 240 juta karena selalu bertambah bunganya. Kemudian ada yang sampai bunuh diri,” kata Mahfud.

Sumber: inews.